Effendi Gazali: Jokowi Akan Menang Jika Kelola Tiga Isu Pilpres

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin dan Habib Luthfi bin Yahya memukul beduk sebagai tanda dibukanya Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden, di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu malam, 24 Februari 2018.  Foto: Biro Pers Setpres/Rusman

    Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin dan Habib Luthfi bin Yahya memukul beduk sebagai tanda dibukanya Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden, di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu malam, 24 Februari 2018. Foto: Biro Pers Setpres/Rusman

    TEMPO.CO, Jakarta –  Pakar komunikasi politik Effendi Gazali mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang elektabilitasnya saat ini hanya 42 persen bisa menang dalam Pilpres 2019.

    “Asal menggandeng sosok yang dekat dengan umat Islam dan tiga isu sentral Pilpres 2019,” kata  Effendi Gazali saat ditemui di Gramedia Matraman, Jakarta, pada Selasa 3 April 2018.

    Effendi Gazali yang dosen Universitas Indonesia menjelaskan tiga isu sentral Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pertama, mengenai siapa yang memberi ruang gerak kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) atau tidak.

    Baca: Tiga Survei Berbeda, Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen

    Kedua, siapa yang dekat dengan umat atau terlibat kriminalisasi atau tidak dekat atau menganiaya ulama.  Lalu isu  yang ketiga, siapa yang selama ini lebih banyak mendukung terjadinya investasi asing khususnya dari Cina, yang seakan-akan merampas hak kerja dan kedaulatan Indonesia.

    Effendi  Gazali mengatakan jika Jokowi menggandeng orang yang dekat dengan umat Islam dan tiga isu sentral itu, maka bisa mencapai elektabilitas 51 persen.

    “Jokowi dan Mahfud MD merupakan pasangan yang bagus,” kata Effendi.

    Nama Mahfud MD masuk dalam radar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang sedang menggodok calon wakil presiden untuk Joko Widodo.

    Nama Mahfud MD, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, juga muncul dalam radar dan sejumlah survei sebagai calon wakil presiden.

    Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting atau SMRC Djayadi Hanan  mengatakan cawapres Prabowo adalah figur yang harus bisa mencuri suara Jokowi.

    "Prabowo akan menghadapi situasi yang beda dengan pilpres 2014 dan lebih sulit," ujar Djayadi saat dihubungi, Senin 19 Maret 2018.

    Simak: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi Belum Aman

    Sejumlah nama masuk radar cawapres Prabowo, yaitu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan; Presiden PKS Sohibul Iman; mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo; mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli; Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB); dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.

    Di antara nama yang sudah dimunculkan, hanya Mahfud MD yang bisa merebut suara Jokowi lantaran memiliki suara pemilih NU. "Yang bisa menambah suara untuk Prabowo hanya Mahfud MD," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.