Kepala Setya Novanto Cukup Disalep, Perawat RS Medika Menangis

Reporter

Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto, mengikuti sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 29 Maret 2018. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta-Tangis Indri Astuti, Supervisor Keperawatan Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta, pecah di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 2 April 2018. Indri saat itu sedang menceritakan pengalamannya menangani Setya Novanto yang dirawat usai mengalami kecelakaan mobil.

Indri mengaku dialah yang memasangkan perban di dahi Setya. Padahal, menurutnya, dahi kiri Setya cukup diolesi salep dan tidak perlu diperban. Melihat saksi menangis, hakim pun bertanya, “Kenapa Saudara menangis?”  

Baca: Saksi: Setya Novanto Minta Kepalanya Diperban Meski Hanya Lecet

“Karena saya melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hati saya, Pak,” ujar Indri. Menurut Indri, ia terpaksa memasang perban karena permintaan Setya Novanto dan izin dari dokter Bimanesh Sutarjo. “Setelah mengolesi lukanya dengan salep, saya tutupi dengan perban."

Indri berujar mengenal Bimanesh sejak 1994. Namun dia tidak menyangka Bimanesh merekayasa data medis pasien. Padahal, Indri mengaku mengenal Bimanesh sebagai orang yang baik sejak 24 tahun lalu. “Saya merasa berat menjadi saksi orang baik,” kata Indri.

Tidak hanya Indri, Nurul Rahmah Nuari, perawat yang juga dihadirkan sebagai saksi persidangan, tiba- tiba terisak saat memberikan keterangan. Nurul mengaku saat itu takut dan bimbang ketika tahu pasien yang ia tangani sedang terseret kasus korupsi proyek kartu penduduk elektronik atau e-KTP.

Simak: Setelah Setya Novanto Dituntut 16 Tahun Penjara dalam Kasus E-KTP

“Tetap saja saya takut, karena ini kan menyangkut masalah korupsi,” kata Nurul dengan suara bergetar.

Hakim Machfudin pun mencoba menenangkan Nurul. “Tenang, ambil napas dulu,” katanya.

Namun Nurul tidak melanjutkan perkataannya. Selama beberapa detik ruang sidang hening dan hanya terdengar isak tangis Nurul. Hakim kemudian kembali membujuknya. “Kenapa, kan tinggal diulang, diceritakan saja ceritanya”.

“Tetap saja ada rasa gimana gitu,” kata Nurul.

Lihat: Cerita Perawat Saat Setya Novanto Tiba di RS Usai Kecelakaan

Indri dan Nurul dihadirkan di sebagai saksi terdakwa Bimanesh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Mereka merupakan perawat yang menangani Setya di ruangan VIP 323. Indri berperan menempelkan perban ke dahi Setya yang menurutnya tidak butuh diperban.

Sedangkan Nurul membantu Indri memasangkan infus khusus anak ke tangan Setya. Keduanya diperintahkan oleh dokter Bimanes. Bimanesh diduga merekayasa rekam medis Setya Novanto agar terhindar dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

14 September 2022

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

11 Agustus 2022

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.


KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

3 Februari 2022

KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.


KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

19 Januari 2022

KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

KPK menyatakan juga tidak pernah melakukan kegiatan bersifat komersial untuk memperoleh keuntungan, seperti membuat akun NFT.