Kata Fadli Zon Soal Kegamangan Prabowo Maju Capres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. TEMPO/Ade Ridwan

    Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampai saat ini Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum juga mendeklarasikan diri maju menjadi calon presiden dalam pemilihan presiden 2019. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah adanya kegamangan Prabowo untuk maju.

    "Belum kan bukan berarti tidak akan, kata belum itu kan persoalannya bukan tidak, sehingga ini persoalan teknis saja," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 2 April 2018. Menurut dia, Gerindra akan mendeklarasikan pencalonan Prabowo dalam waktu dekat.

    Baca juga: Soal Pencapresan, Desmond Gerindra: Keputusan di Tangan Prabowo

    Sebelumnya, pertimbangan Prabowo untuk maju dalam pilpres diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. Ia menyebutkan sejumlah pertimbangan faktor kesehatan dan logistik sebelum memastikan mendukung Prabowo.

    Namun, ia meyakini Prabowo masih akan maju untuk menantang calon inkumben, Joko Widodo. "Yang menentukan semua Tuhan Yang Maha Esa. So anything is possible," kata Hashim, pada Rabu pekan lalu.

    Fadli menambahkan, partainya hampir pasti mencalonkan Prabowo. "Rasanya tidak ada kemungkinan lain. Kalau untuk capres kami sudah mencalonkan Pak Prabowo, bukan orang lain," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu.

    Partai Gerindra pun menyatakan tak ingin terburu-buru mendeklarasikan dukungannya terhadap Prabowo. Fadli meyakini kader Gerindra akan mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional pada 11 April 2018. "Ngapain buru-buru kalau responsnya biasa-biasa aja," kata dia.

    Baca juga: Prabowo Bakal Berkeliling Daerah Sebelum Deklarasi Capres

    Menurut Fadli Zon, pihaknya juga masih akan menunggu pemantapan partai koalisi pendukung sebelum deklarasi. "Karena ini juga ada presidential threshold, harus bisa ke partai-partai koalisi, lalu didiskusikan dahulu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.