900 Ribu Warga Jawa Barat Belum Rekam E-KTP

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembuatan e-KTP. Dok.TEMPO/Suryo Wibowo

    Ilustrasi pembuatan e-KTP. Dok.TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Jawa Barat, Abas Bashari mengatakan, jumlah penduduk Jawa Barat yang sudah melakukan perekaman KTP Elektronik atau E-KTP mencapai 99,21 persen. “Tinggal 900 ribuan lagi yang belum melakukan perekaman,” kata dia di Bandung, Senin, 19 Maret 2018.

    Abas membenarkan jumlah warga Jawa Barat yang belum melakukan perekaman melonjak. Pada Januari 2018 lalu jumlah warga yang belum melakukan perekaman E-KTP menembus 400 ribuan orang. “Kalau prosentasenya berkurang, tapi dari segi jumlah bertambah karena penambahan orang dewasa,” kata dia.

    Baca juga: Rekam Data Beres, 1,5 Juta Warga Jawa Barat Tunggu Blangko E-KTP

    Abas mengatakan, jumlah penduduk yang memasuki usia dewasa bertambah bisa ratusan orang setiap harinya di tiap kabupaten/kota. “Angka terakhir dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri itu yang belum perekaman 900 ribuan orang,” kata dia.

    Menurut Abas, untuk keperluan pemilihan gubernur, perekaman E-KTP terus akan dilakukan hingga hari H pelaksanaan pencoblosan pada 26 Juni 2018. Data potensial pemilih Jawa Barat yang memilik hak pilih hingga hari H menembus 32 juta orang. “Perekaman sampai hari H terus berjalan. Pemilih pemula yang masuk usia dewasa pada tanggal 26 nanti berhak memilih,” kata dia.

    Abas mengatakan, kemungkinan pelaksanaan pencoblosan nanti masih mengandalkan Suket (Surat Keterangan) pengganti E-KTP bagi warga yang belum mencetak E-KTP. “Aturannya masih diperbolehkan,” kata dia.

    Ada tiga daerah terbanyak yang mencatatkan jumlah warga yang belum melakukan perekaman E-KTP yakni Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung, dan Indramayu. “Yang paling banyak itu Kabupaten Bekasi. Sekitar 30 ribuan orang yang belum,” kata Abas.

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat telah mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) mengacu pada warga yang telah memiliki hak pilih jumlahnya 31.708.330 orang. “Dari jumlah itu ada 930 ribuan orang pemilih belum memiliki KTP Elektronik,” kata Anggota KPU Jawa Barat Ferdhiman P Bariguna saat dihubungi Tempo, Senin, 19 Maret 2018.

    Ferdhiman mengatakan, pemilih yang belum mengantungi E-KTP itu diketahui dari hasil coklit (pencocokan dan penilitian) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). “Mereka kita bagi dalam dua kelompok. Pertama yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik jumlahnya kurang lebih 400 ribuan orang. Dan kelompok kedua yang sudah memiliki KTP Elektronik, itu sisanya,” kata dia.

    Anggota Bawaslu Jawa Barat M Waskin Marzuki meragukan laporan berkala yang diterima lembaganya mengenai perkembangan perekaman E-KTP. “Dia selalu melaporkan jumlah pemilih potensial yang belum KTP Elektronik makin menurun, dari sekitar 1 juta orang menjadi sekitar 600 ribuan orang, dan per 15 Januari 2018 mereka melaporkan 420 ribuan orang. Tapi pada 17 Maret 2018 ditemukan 930 ribuan orang yang sudah tercoklit tapi belum punya KTP Elektronik,” kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 19 Maret 2018.

    Wasikin mengatakan, belakangan Disdukcapil Jawa Barat merevisi jumlahnya menjadi 900 ribuan orang yang belum merekam E-KTP. “Saya meyakini data hasil coklit itu yang benar. Itu dilakukan door to door. Disdukcapil segera meningkatkan pelayanannya, membuka sebebas-bebasnya, selebar-lebarnya bagi masyarakat yang belum punya KTP untuk membuat KTP,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.