Jumat, 14 Desember 2018

Jokowi Belum Tentu Meminang Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan), saat peresmian  pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta  Tangerang, 2 Januari 2018. Jokowi tampil santai dengan mengenakan kaus merah lengan panjang, celana hitam, dan sepatu kets warna merah. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan), saat peresmian pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, 2 Januari 2018. Jokowi tampil santai dengan mengenakan kaus merah lengan panjang, celana hitam, dan sepatu kets warna merah. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan ia belum tentu meminang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Pemilihan Presiden 2019. Menurut Jokowi, dirinya masih merumuskan kriteria yang cocok untuk calon pendampingnya.

    Jokowi menjelaskan tim internal miliknya dan partai-partai pendukung masih menggodok kriteria untuk calon wakil presidennya. "Belum rampung, belum selesai. Kriterianya baru dirumuskan. Apalagi orangnya," katanya seusai menghadiri pembukaan Rapimnas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Hotel Novotel, Tangerang, Rabu, 7 Maret 2018.

    Baca juga: PKB: Tak Ada Jadwal Pertemuan Prabowo-Cak Imin

    Sebelumnya Muhaimin Iskandar yakin bahwa Jokowi akan memilihnya sebagai calon wakil presiden. Pernyataan Muhaimin disampaikan dalam acara 'Sholawat Anti Narkoba Para Artis bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar' yang berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, kemarin.

    Menanggapi pernyataan Muhaimin, Jokowi berujar itu adalah hal yang bagus. "Bagus, bagus. Semakin banyak calon semakin bagus," ucapnya.

    Jokowi menuturkan dirinya terus membangun komunikasi dengan Muhaimin. "Komunikasi tiap hari," tuturnya.

    Meski optimistis, Muhaimin mengatakan masih menunggu pertimbangan dari para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama melalui musyawarah yang bakal digelar dalam waktu dekat ini. Ia tak memastikan waktu musyawarah tersebut. "Saya pribadi dan teman-teman kebanyakan juga merasa lebih nyaman dengan koalisi yang sudah ada," ujarnya, kemarin.

    Hingga kini, PKB menjadi salah satu partai yang belum menentukan sikap untuk koalisi partai politik menjelang Pemilu 2019. PKB, yang juga partai pendukung pemerintah, belum memutuskan apakah akan mendukung Jokowi atau merapat ke Partai Gerindra yang berniat mengusung ketua umum mereka, Prabowo Subianto.

    Baca juga: Muhaimin Jadi Wakil Ketua MPR, Batu Loncatan untuk Cawapres

    Muhaimin Iskandar sempat mengatakan akan membuat poros baru untuk Pemilu Presiden 2019, jika dirinya gagal menjadi bakal Calon Wakil Presiden atau Cawapres Jokowi ataupun Prabowo Subianto. "Itu inisiatif teman-teman yang ingin membawa demokrasi ini dinamis. Tentu kami saling mendoakan. PKB belum mengambil sikap," kata Muhaimin di sela-sela kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2, alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Pondok Pesantren Mamba'ul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.