PDIP Ajukan Kriteria Calon Wakil Presiden untuk Jokowi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah (kanan) dan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, memberikan keterangan kepada awak media terkait persiapan HUT ke-44 PDI Perjuangan, di Gedung DPP PDIP, Jakarta, 9 Januari 2017. Peringatan ulang tahun PDIP tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/11) dengan mengangkat Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan serta mengajak seluruh elemen bangsa menjaga Pancasila UUD 1945, Kebhinekaan dan Keutuhan NKRI. TEMPO/Imam Sukamto

    Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah (kanan) dan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, memberikan keterangan kepada awak media terkait persiapan HUT ke-44 PDI Perjuangan, di Gedung DPP PDIP, Jakarta, 9 Januari 2017. Peringatan ulang tahun PDIP tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/11) dengan mengangkat Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan serta mengajak seluruh elemen bangsa menjaga Pancasila UUD 1945, Kebhinekaan dan Keutuhan NKRI. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Denpasar – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menyebutkan sejumlah kriteria calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019. Menurut dia, calon wakil presiden untuk Jokowi harus mencerminkan sifat kedwi-tunggalan.

    Baca: PDIP Jajaki Kemungkinan Koalisi dengan Demokrat dan Gerindra

    “Capres-cawapres seharusnya adalah dua figur yang dwi-tunggal, baik dalam ideologi, pikiran, dan sifat kenegaraannya. Syarat ideologi adalah yang utama,” kata Basarah di Hotel Inna Grand Bali Beach, Bali, 25 Februari 2018. 

    PDI Perjuangan, kata Basarah, juga memberikan syarat elektoral bagi calon pendamping Jokowi. Menurut dia, ini penting untuk mengerek elektabilitas Jokowi. “Syarat elektoral wakil presiden adalah tokoh yang mampu menambah elektabilitas Jokowi dan harus memiliki chemistry untuk kerja sama,” ujarnya. 

    Basarah menegaskan partainya tak akan mempermasalahkan latar belakang calon wakil presiden untuk Jokowi. PDIP, kata dia, tak membedakan calon wakil presiden yang berasal dari latar belakang cawapres yang berasal dari militer, sipil, dan teknokrat. “Yang paling penting adalah visi kenegaraannya sama, menambah faktor elektoral, dan ketiga punya chemistry dengan capres Jokowi," ujarnya.

    Spekulasi nama calon wakil presiden mencuat seiring dengan pencalonan kembali Jokowi dalam pemilihan presiden pada 2019. Sejumlah nama muncul dalam sejumlah survei seperti Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono, Sri Mulyani Indrawati, dan sejumlah nama lainnya. Muncul juga sejumlah nama dari kalangan partai politik seperti Muhaimin Iskandar, Wiranto, dan Romahurmuziy.

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan  Hasto Kristiyanto mengatakan partainya belum akan membahas ihwal calon wakil presiden. Menurut dia, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri masih akan mendengarkan aspirasi masyarakat untuk menentukan pendamping Jokowi.

    Baca: Puan Maharani: PDIP Kantongi Nama-nama Cawapres Jokowi

    Berbeda dengan Hasto, politikus PDIP Puan Maharani menyebutkan partainya telah mengantongi sejumlah nama yang bakal menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019. Nama-nama tersebut kini dalam tahap pematangan. "Kriterianya sudah ada dan kemudian orang-orangnya pun saya rasa sudah ada hanya kemudian kita matangkan," kata Puan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.