Muhaimin Soal Poros Baru Jika Gagal Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan),saat menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta  Tangerang, 2 Januari 2018. Kereta Bandara sudah resmi dioperasikan untuk umum dengan tarif Rp 70.000  untuk 1 kali perjalanan. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan),saat menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, 2 Januari 2018. Kereta Bandara sudah resmi dioperasikan untuk umum dengan tarif Rp 70.000 untuk 1 kali perjalanan. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, JOMBANG - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskadar masih enggan menjelaskan terkait dengan rencana PKB yang akan membuat poros baru untuk Pemilu Presiden 2019, jika dirinya gagal menjadi bakal Calon Wakil Presiden atau Cawapres Jokowi ataupun Prabowo Subianto.

    "Itu inisiatif teman-teman yang ingin membawa demokrasi ini dinamis. Tentu kami saling mendoakan. PKB belum mengambil sikap," kata Muhaimin di sela-sela kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2, alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Pondok Pesantren Mamba'ul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu 3 Maret 2018 malam.

    Muhaimin menegaskan, hingga kini PKB belum ada pembicaraan serius dengan sejumlah partai terkait dengan pencalonan dirinya ikut Pemilu Presiden 2019. Ia hanya menegaskan, PKB tidak menutup kemungkinan untuk komunikasi dengan partai manapun yang mempunyai visi yang dinilai sama.

    BACA: Pilpres 2019, Kelompok Ini Sudah Bergerilya Demi Jokowi -Muhaimin

    "Belum ada pembicaraan. Kami tidak tutup komunikasi dengan siapapun. Namun, belum ada komunikasi dan saya hanya ikut takdir Allah saja (menjadi calon Wakil Presiden)," kata dia.

    Sebelumnya, PKB berencana membuat poros baru untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 jika Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar ditolak menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo atau Prabowo Subianto.

    Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPP PKB Muhammad Lukman Edy di Jakarta. Ia mengatakan sampai saat ini PKB sudah menawarkan Cak Imin agar menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi serta Prabowo.

    Lukman tidak menampik ada rencana pertemuan antara Cak Imin dengan Prabowo. Namun ia belum dapat memastikan waktu dan tempat pertemuan antara kedua ketua umum partai tersebut.

    Isu pencalonan Muhaimin sebagai Cawapres Jokowi memang santer. Hingga kini, sejumlah baliho, poster hingga spanduk dukungan agar Cak Imin menjadi calon Wakil Presiden banyak bertebaran, termasuk di Jatim.

    Nama Muhaimin juga masuk dalam bursa calon Wakil Presiden potensial untuk Pemilu Presiden 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.