Grace Natalie Bicara Soal Sunny Tanuwidjaja di Dewan Pembina PSI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PSI Grace Natalie pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta, 15 Desember 2017.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketum PSI Grace Natalie pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta, 15 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie angkat bicara soal keberadaan nama Sunny Tanuwidjaja, mantan staf Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dalam jajaran Dewan Pembina PSI. Menurut Grace, nama Sunny sudah ada sejak awal pembentukan partainya.

    Grace menjelaskan bahwa Sunny diajak oleh Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni melalui perkenalannya sebagai peneliti Center for Strategic and International Studies. "Ini tidak tiba-tiba. Sunny sudah berada sejak awal PSI berdiri," kata Grace di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Jumat 2 Maret 2018.

    Keberadaan Sunny pun jauh sebelum dirinya dipanggil berkali-kali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap Rancangan Peraturan Daerah Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta dan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). "Ini (nama Sunny) sudah ada sejak 2014," ujarnya.

    Baca juga: Bertemu Jokowi, PSI Tawarkan Kampanye Pilpres Lewat Media Sosial

    Sunny pun memenuhi panggilan KPK sebagai saksi. Menurut Grace, pencegahan Sunny ke luar negeri oleh KPK, semata-mata untuk mempermudah kerja komisi anti rasuah dalam penindakan kasus suap raperda reklamasi. "Karena saat itu kasusnya berlangsung cepat dan ada yang sampai ke pengadilan dan divonis," ujar dia. Ia menjamin keberadaan Sunny tak mengurangi komitmen PSI dalam pemberantasan korupsi.

    Komitmen PSI dalam pemberantasan korupsi sempat dipertanyakan warga dunia maya setelah beredar struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat PSI. Dalam susunan pengurus nama Sunny Tanuwidjaja tercantum sebagai sekretaris dewan pembina.

    Sunny yang merupakan orang dekat Ahok sempat dicegah ke luar negeri terkait kasus suap reklamasi. Status cegah itu berakhir Kamis, 6 Oktober 2016. “KPK memutuskan pencegahan mereka tidak diperpanjang,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan kepada Tempo, Rabu, 5 Oktober 2016. Sunny mendapat pencekalan pada 6 April 2016, lima hari setelah penyidik KPK menangkap bekas Ketua Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Mohamad Sanusi.

    Baca juga: Pilkada 2018, PSI Isyaratkan Dukungan ke Djarot Saiful - Sihar

    Grace Natalie menjamin keberadaan Sunny tak akan mengganggu pengurus harian partai. Sebab, kata dia, PSI hanya menampung sejumlah politikus senior dan Sunny ke Dewan Pembina yang tak memiliki kewenangan dalam kepengurusan harian. "DPP diisi anak muda yang berusia di bawah 45 tahun dan belum pernah menjadi pengurus partai manapun," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.