Diusulkan Cawapres 2019, Jusuf Kalla: Saya Tidak Bisa Maju Lagi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir menggelar konferensi pers setelah meninjau ruang pengendali operasi utama (MOC) Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) di Jakarta, 31 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir menggelar konferensi pers setelah meninjau ruang pengendali operasi utama (MOC) Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) di Jakarta, 31 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla berterima kasih pada pihak-pihak yang telah mengusulkan namanya untuk maju lagi sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Tapi, Jusuf Kalla mengatakan ia tak bisa maju lagi.

    Kalla menuturkan, ia sudah tiga kali bertarung dalam pemilihan presiden. Dua di antaranya dia menangi. Pada 2014 lalu dia menjadi wakil untuk Susilo Bambang Yudhoyono dan saat ini mendampingi Joko Widodo.

    Baca juga: Lima Nama Cawapres Jokowi dan Prabowo yang Diinginkan Masyarakat

    "Ini menjawab bahwa saya tidak bisa maju lagi," kata dia saat membuka rapat pimpinan nasional Institut Lembang 9 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin, 26 Februari 2018. Dalam Pasal 7 Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen dinyatakan Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat non-aktif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya mengkaji kemungkinan Jusuf Kalla untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Ia mengatakan pihaknya masih mengkaji peraturan tersebut dengan melihat Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum.

    “Ini kan menjadi satu kajian karena kalau UU Pemilu yang juga menjadi pembahasan KPU walau sudah ada hitam di atas putih, implementasinya berubah-ubah,” kata Puan seusai penutupan rapat kerja nasional III PDIP di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Ahad 25 Februari 2018. “Kita lihat nanti di Komisi II dan Mahkamah Konstitusi.”

    Baca juga: Jusuf Kalla Ajukan 2 Syarat untuk Calon Pendamping Jokowi

    Jusuf Kalla mengatakan, beberapa orang memang memiliki argumentasi lain mengenai aturan tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden. Namun dirinya menyatakan ingin menghargai aturan konstitusi itu.

    "Tentu kita tidak ingin lagi terjadi masalah. Waktu orde baru pada saat itu, Pak Harto tanpa batas. Kita menghargai filosifis itu, walaupun memang ada debatnya, ada argumentasi-argumentasi lain," katanya.

    Jusuf Kalla menuturkan, dirinya tetap akan mengabdi kepada negara meski nanti tak lagi jadi wakil presiden. Dia ingin berfokus di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, keagamaan, dan perdamaian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.