Lima Nama Cawapres Jokowi dan Prabowo yang Diinginkan Masyarakat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) memberi hormat kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, 17 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) memberi hormat kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, 17 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Alvara memaparkan lima nama tokoh yang diinginkan publik sebagai calon wakil presiden dari Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dua nama tokoh ini yang dinilai paling kuat untuk maju dalam pemilihan presiden 2019 sebagai capres.

    Adapun nama cawapres yang diinginkan publik adalah Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yodhoyono, Muhaimin Iskandar, dan Jusuf Kalla. Direktur Utama Alvara Hasanuddin Ali mengatakan Gatot Nurmantyo tokoh yang paling diinginkan mendampingi Jokowi dengan persentase 61,9 persen.

    Baca: Survei Alvara: Mayoritas Publik Ingin Jokowi Memimpin Lagi

    "Anies Baswedan diinginkan untuk jadi wapres Prabowo dengan persentase 60 persen," kata Hasanuddin di Hotel Oria pada Jumat, 23 Februari 2018.

    Dalam survei tersebut, Agus Harimurti Yodhoyono memimpin sebagai calon wakil presiden dengan persentase 17,2 persen. Namun, walau persentasenya tertinggi, tetapi dia bukan figur yang paling diinginkan untuk mendampingi Jokowi ataupun Prabowo.

    Pada posisi kedua, tokoh yang diinginkan menjadi wapres ialah Gatot Nurmantyo dengan hasil 15,2 persen. "Kemudian, Jusuf Kalla dengan persentase 13,1 persen," kata Hasanuddin.

    Baca: Survei: Generasi Baby Boomer Paling Puas pada Kepemimpinan Jokowi

    Anies Baswedan mendapatkan persentase 9,3 persen sebagai calon wakil presiden yang diinginkan. Sedangkan Muhaimin Iskandar diinginkan dengan persentase 8,9 persen.

    Selain lima nama tokoh tersebut, Hasanuddin memaparkan faktor latar belakang yang diinginkan masyarakat untuk memilih calon wakil presiden. "93,2 persen menginginkan dari kalangan militer," ujar dia.

    Lembaga Survei Alvara melibatkan 2.203 responden dalam penelitan yang dilksanakan pada 17 Januari–7 Februari 2018 di seluruh provinsi di Indonesia. Pendekatan yang digunakan ialah riset kuantitatif yang dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Multi stage random sampling ialah metode yang digunakan Alvara, dengan margin of error 2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.