SBY: Nomor 14 untuk Demokrat, Mirip Abad Kejayaan Majapahit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama pengurus DPP Partai Demokrat menggelar konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, 30 Oktober 2017. SBY juga angkat bicara soal pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, pada Jumat (30/10) lalu terkait UU Ormas. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama pengurus DPP Partai Demokrat menggelar konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, 30 Oktober 2017. SBY juga angkat bicara soal pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, pada Jumat (30/10) lalu terkait UU Ormas. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memimpin konsolidasi partai yang diikuti ribuan kader di Tulungagung. SBY mematok kemenangan di seluruh Pilkada untuk memudahkan pemenangan pilpres tahun 2019 mendatang.

    Bertempat di Stadion Redjoagung Tulungagung, SBY meminta seluruh kader bekerja keras memenangkan semua calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrat. “Saya tugaskan wajib bagi pengurus dan kader Demokrat memenangkan calon-calon yang kita usung,” kata SBY di depan 1.500 kader Demokrat seluruh Jawa Timur, Minggu 25 Februari 2018.

    Baca juga: Dapat Nomor Urut Partai 14, Agus Yudhoyono: Demokrat S14P

    Untuk meyakinkan kadernya, SBY menceritakan kisah kejayaan Kerajaan Majapahit yang memiliki kesamaan dengan Partai Demokrat. Majapahit mencapai masa kejayaan di abad 14, dan menjadi pemimpin nusantara. Abad tersebut sama dengan nomor partai Demokrat yang saat ini juga bernomor 14 dalam Pemilu 2019.

    Tak hanya soal abad 14, SBY juga menyampaikan silsilah keluarganya yang masih merupakan keturunan langsung trah pemimpin Majapahit. Leluhur SBY adalah pendiri dan raja pertama Majapahit, yakni Raden Wijaya. Raden Wijaya berketurunan dan memiliki garis hingga keluarga SBY. “Kalau diurut dari eyang saya Ki Ageng Buwono Keling hingga kedua anak saya yakni Agus Harimurti dan Edi Baskoro adalah trah ke-14,” kata SBY.

    Dia berharap semua isyarat tersebut membawa kebaikan bagi Partai Demokrat untuk mencapai kejayaan pada pilkada 2018 dan pemilu 2019 mendatang. “Tanda-tanda jaman Insyaallah sudah kelihatan, partai kita akan bangkit dan merebut kemenangan kembali,” kata SBY yang disambut sorak sorai kader Demokrat.

    Selain dihadiri kader Demokrat, rapat kerja daerah tersebut juga dihadiri para calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrat, termasuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Kepada mereka, SBY berpesan agar tak berhenti turun ke akar rumput. “Dari banyak cara kampanye, ada yang tidak bisa digantikan, yakni ‘meet the people’,” kata SBY.

    Demikian pula seluruh kader Demokrat di Jawa Timur diminta pro aktif membantu memfasilitasi ruang-ruang pertemuan kandidat dengan calon pemilih. SBY juga menginstruksikan untuk melakukan pergerakan setiap hari hingga malam hari untuk mensosialisasikan alasan Demokrat mengusung para kandidat kepada masyarakat.

    Baca juga: SBY Tugaskan Agus Yudhoyono Menangkan Demokrat di Pemilu 2019

    Kemenangan pemilihan kepala daerah ini, menurut SBY, akan memudahkan upaya memenangkan pemilihan legislatif dan presiden mendatang. Sedangkan untuk calon presiden yang akan diusung Partai Demokrat masih akan ditentukan dalam rapat pimpinan nasional tanggal 10 – 11 Maret 2018 di Sentul, bersama calon anggota legislatif. “Di sana nanti, Ketua Pemenangan Pemilu Agus Harimurti Yudhoyono akan menyampaikan apa yang akan dilakukan partai Demokart lima tahun berikutnya, jika rakyat memberi amanat kepada kita untuk kembali masuk ke dalam pemerintahan,” katanya.

    Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo memastikan seluruh mesin pemenangan pilkada dan pemilu di Jawa Timur sudah siap. Mesin ini siap digerakkan kapan saja menunggu perintah dari SBY. “Pilkada ini akan dikomando langsung oleh ketua umum,” katanya.

    Untuk memacu kinerja pengurus di kota dan kabupaten, Soekarwo mengancam akan memberikan sanksi jika kalah dalam kontestasi mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.