Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tanggul Sungai Cisanggarung Jebol, Jalur Pantura Brebes Lumpuh

image-gnews
Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Tanggul Sungai Cisanggarung, Brebes jebol mengakibatkan ribuan rumah di belasan desa di Kecamatan Losari Brebes terendam, Jumat, 23 Februari 2018. Jebolnya tanggul diduga karena tidak kuat menahan debit air sungai yang meningkat tajam.

Informasi yang diperoleh Tempo, desa yang terendam antara lain Desa Jatisawit, Karangsambung, Bojongsari, Babakan, Kalibuntu, Kedungneng, Randusari, Pekauman, Losari Kidul, Kecipir dan Limbangan. Adapun tanggul yang jebol berada di tiga titik yang berada di Desa Bojongsari dan Kalibuntu.

Baca juga: Kemensos: Logistik Korban Longsor Brebes Didorong dari Provinsi

Menurut Khijin, seorang perangkat desa di Bojongsari, tanggul Cisanggarung di desanya jebol sepanjang 15 meter. Menurut dia, tanggul di titik tersebut memang sudah kritis. "Kemarin sudah ditambal ribuan karung tanah, tapi hujan semalam sangat deras, akhirnya jebol," ungkapnya.

Selain merendam ribuan rumah, luapan air sungai juga membanjiri jalur pantura losari sepanjang 1,5 kilometer. Kondisi ini membuat jalur utama di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat itu lumpuh total. Banyak kendaraan yang terpaksa berputar balik menuju Cirebon melalui jalan tol.

Luapan sungai mulai membanjiri jalur pantura pada pukul 10.00 WIB. Ini karena tanggul Sungai Kauman yang tak jauh dari Jalur Pantura juga ikut jebol. Ketinggian air di jalan raya mencapai 50 sentimeter melebihi tinggi median jalan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hingga berita ini ditulis, kondisi yang sama masih terjadi di jalur pantura. Antrean kendaraan mengular hingga lima kilometer. “Air tambah tinggi di jalan pantura depan SMA N 1 Losari,” kata Heri, 35 tahun, warga setempat.

Baca juga: BNPB: Longsor di Brebes Murni Bencana Alam

Menurut dia, hingga malam ini kondisi justru semakin parah. Banjir meluas ke arah timur dari Losari sampai Ruas Tengguli Kecamatan Tanjung, Brebes. “Tapi yang parah di bagian selatan jalan raya,” kata dia.

Menurut dia, sejak sore, jalur pantura tidak bisa dilewati sama sekali. Kendaraan harus berputar melalui Tol Pejagan. Bagi sepeda motor bisa lewat jalan tol tapi diangkut dengan truk yang disediakan pihak kepolisian.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Walhi Jateng Kritik Proyek Tanggul Laut Semarang: Justru Perparah Amblesan Tanah

1 hari lalu

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana (kanan), dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (kiri) berjalan bersama saat meninjau proyek tanggul laut (Sheet Pile) tahap II di kampung Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Senin 17 Juni 2024. Proyek tanggul laut sepanjang 3,6 kilometer untuk pengendalian banjir rob dan penataan kampung nelayan Tambaklorok yang dibangun oleh Kementerian PUPR tersebut sudah menghabiskan anggaran sebanyak Rp386 miliar dan ditargetkan akan selesai pada Agustus 2024 serta menjadi percontohan untuk daerah lain. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Walhi Jateng Kritik Proyek Tanggul Laut Semarang: Justru Perparah Amblesan Tanah

Walhi menyatakan pemerintah harus mempertimbangkan daya tahan tanggul terhadap potensi amblesan tanah di Semarang bagian utara itu.


Cerita Warga Kampung Nelayan Tambak Lorok Habiskan Puluhan Juta Rupiah demi Selamatkan Rumah dari Rob

3 hari lalu

Kondisi jalan di RW 16  Kampung Nelayan Tambak Lorok, Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 18 Juni 2024. Menurut penuturan warga, air masih rutin menggenang di jalanan kampung karena tanggul laut tahap I yang sudah dibangun masih rembes. Warga berharap tanggul laut Semarang tahap II yang kini masih proses pembangunan bisa lebih baik dan berhasil menahan rob masuk perkampungan. TEMPO/Riri Rahayu.
Cerita Warga Kampung Nelayan Tambak Lorok Habiskan Puluhan Juta Rupiah demi Selamatkan Rumah dari Rob

Sebelum ada tanggul tahap II yang dibangun di sisi timur, rob bisa setinggi satu meter.


Banjir Rusak Seribu Rumah di Nias Barat, BMKG Sumut Catat Curah Hujan Masih Tinggi

3 hari lalu

Salah satu rumah warga di Nias Barat, Sumatera Utara, yang direndam banjir, Minggu, 16 Juni 2024. Foto: BNPB
Banjir Rusak Seribu Rumah di Nias Barat, BMKG Sumut Catat Curah Hujan Masih Tinggi

Banjir dan longsor dipicu curah hujan tinggimengakibatkan debit air meningkat melebihi daya tampung sungai Moro'o, di Nias Barat, Sumatera Utara


Basuki Hadimuljono Beberkan Jurus Pemerintah Atasi Rob Semarang

4 hari lalu

Presiden Jokowi (ketiga kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana (kedua kanan), dan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi (kiri) melaksanakan Salat Idul Adha 1445 di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 17 Juni 2024. Pelaksanaan salat Idul Adha 1445 Hijriah di kawasan Simpang Lima kota tersebut sesuai penetapan pemerintah yakni pada 17 Juni 2024. ANTARA/Makna Zaezar
Basuki Hadimuljono Beberkan Jurus Pemerintah Atasi Rob Semarang

Basuki Hadimuljono menuturkan proyek tanggul laut Semarang nantinya bakal menjadi percontohan untuk daerah pantai utara atau Pantura lainnya.


BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Empat Provinsi hingga 20 Juni 2024

7 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Empat Provinsi hingga 20 Juni 2024

BMKG peringatkan potensi banjir di Sumatera Selatan, Maluku, Papua Tengah dan Papua Barat Daya hingga 20 Juni mendatang.


Banjir dan Longsor Melanda Lima Kecamatan di Kabupaten Kerinci Jambi

9 hari lalu

Kondisi wilayah terdampak banjir di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.  (Sumber: BPBD Kabupaten Kerinci)
Banjir dan Longsor Melanda Lima Kecamatan di Kabupaten Kerinci Jambi

BNPB melaporkan sebanyak 300 kepala keluarga dan 300 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 10-80 sentimeter.


Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, BNPB Sebut Luapan 4 Sungai Rendam 24 Desa

14 hari lalu

Hujan dan banjir di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Selasa 30 Agustus 2022. Banjir yang terjadi sampai merendam dan menutup jalan nasional lintas provinsi. (ANTARA/Firman)
Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, BNPB Sebut Luapan 4 Sungai Rendam 24 Desa

BNPB melaporkan 7.743 jiwa terdampak banjir yang terjadi sejak Selasa, 4 Juni 2024, di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.


Banjir dan Longsor Menerjang Luwu Utara dan Sinjai, Ketinggian Air Sempat Tembus 1 Meter

17 hari lalu

Kondisi sungai meluap dan memperparah dampak banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (3 Mei 2024) (ANTARA/HO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu)
Banjir dan Longsor Menerjang Luwu Utara dan Sinjai, Ketinggian Air Sempat Tembus 1 Meter

BNPB mencatat banjir dan longsor menerjang dua Kabupaten di Sulawesi Selatan, Senin, 3 Juni 2024. Lahan sawah ikut terdampak.


Banjir di Kabupaten Katingan Kalteng, BNPB Catat 5.728 Rumah Terendam Air

18 hari lalu

Petugas mengecek kondisi korban banjir di Katingan, Kalimantan Tengah, Senin 3 Juni 2024. ANTARA/HO-BNPB
Banjir di Kabupaten Katingan Kalteng, BNPB Catat 5.728 Rumah Terendam Air

BNPB mencatat banjir merendam lebih dari 5.700 rumah di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Warga diimbau waspada terhadap hujan susulan.


Banjir di Sidenreng Rappang Rendam 325 Rumah

18 hari lalu

Kondisi banjir besar di Mahakam Ulu dengan lima kecamatan dan 37 desa yang terdampak. ANTARA/HO-Basarnas Kaltim
Banjir di Sidenreng Rappang Rendam 325 Rumah

Hasil pendataan BNPB mencatat 325 kepala keluarga yang terdampak dan 140 hektare sawah tergenang banjir di Sidenreng Rappang.