Setya Novanto Kaget Proyek E-KTP Ternyata Bermasalah

Terdakwa kasus korupsi e-ktp Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP Setya Novanto mengatakan dirinya baru mengetahui proyek tersebut bermasalah dari keterangan seorang saksi di persidangan. Hal tersebut ia ungkapkan saat menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Setya mengetahui Kementerian Dalam Negeri melakukan efisiensi anggaran proyek e-KTP. Anggaran yang tadinya sebesar Rp 6,6 triliun pada pembahasan di 2009, turun menjadi Rp 5,8 triliun. Setya mengklaim tak tahu-menahu ihwal teknis proyek itu.

Baca: Setya Novanto Tunjukkan Buku Catatan Tertulis Nama Nazaruddin

Mantan Ketua DPR ini pun baru mengetahui bahwa ada pelanggaran dalam pengadaan e-KTP setelah mendengar kesaksian Direktur Penanganan Permasalahan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Setya Budi Arijanta pada Kamis, 1 Februari 2018. "Justru kita baru tahu, kaget juga," ujar Setya pada Senin, 5 Februari 2018.

Sementara itu, pengacara terdakwa Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan sejauh ini tidak ada bukti signifikan yang menunjukkan keterlibatan kliennya dalam meloloskan anggaran proyek e-KTP. Sebab, hingga saat ini para saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) KPK tak membuktikan seperti apa peran Setya.

"Fakta-faktanya beliau sampai saat ini tidak dalam posisi menentukan penganggaran atau penetapan, karena itu di wilayah Komisi II DPR dan Kementerian Dalam Negeri," kata Firman.

Baca: Setya Tulis Nama Ibas di Catatannya, Demokrat: Serangan Ngawur

Hingga saat ini, pemeriksaan saksi untuk Setya telah dilakukan sebanyak 8 kali. Sidang pemeriksaan saksi digelar sejak Kamis, 11 Januari 2018.

Pada Kamis pekan lalu, jaksa menghadirkan enam saksi. Tiga di antaranya adalah mantan Ketua Komisi Pemerintahan DPR Chairuman Harahap, advokat Hotma Sitompul, dan Direktur Penanganan Permasalahan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Setya Budi Arijanta.

Budi menyatakan, proyek e-KTP sarat pelanggaran sedari awal. Namun, hasil rapat antara LKPP, Kementerian Dalam Negeri, dan Staf Wakil Presiden saat itu Sofyan Djalil memutuskan proyek e-KTP harus dilanjutkan.

Setya didakwa jaksa penuntut umum KPK berperan dalam meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR pada medio 2010-2011 saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Atas perannya, Setya Novanto disebut menerima total fee sebesar US$ 7,3 juta. Dia juga diduga menerima jam tangan merek Richard Mille seharga US$ 135 ribu. Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

23 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

57 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

29 Juni 2022

KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

Gamawan Fauzi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.


KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

27 Juni 2022

KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan uang itu bisa kembali ke Indonesia karena bantuan pemerintah Amerika Serikat dalam kasus korupsi e-KTP.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.