Sidang Korupsi E-KTP Terdakwa Setya Novanto Digelar Hari ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterang saksi dari Andi Narogong, Made Oka Masagung, Mirwan Amir, Charles Sutanto Ekapraja dan Aditya Suroso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterang saksi dari Andi Narogong, Made Oka Masagung, Mirwan Amir, Charles Sutanto Ekapraja dan Aditya Suroso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa korupsi proyek e-KTP Setya Novanto dijadwalkan kembali menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, di Jakarta Pusat hari ini, 29 Januari 2018. Sidang akan memeriksa saksi dari jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Hingga pagi ini belum ada informasi tentang saksi-saksi itu. "Sampai pagi ini blm ada info tentang saksi," kata pengacara Setya, Maqdir Ismail saat dihubungi Tempo, Senin, 29 Januari 2018.

    Baca:
    5 Fakta Sidang Setya Novanto, Dari Nama SBY hingga Hakim Tertawa
    Pengacara Minta KPK Beri Perlindungan untuk Setya Novanto

    Pada sidang sebelumnya, Kamis, 25 Januari 2018, jaksa menghadirkan saksi dari kalangan penyelenggara negara maupun swasta. Mereka adalah mantan anggota DPR dari Partai Demokrat periode 2009-2014 Mirwan Amir, dan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri yang juga terpidana kasus e-KTP, Irman dan Sugiharto.

    Dari pihak swasta, jaksa menghadirkan pengusaha Yusnan Solihin dan Direktur PT Data Aksara Matra, Aditya Priyadi. Yusnan mengaku bersahabat dengan Mirwan.

    Infografis: Anak, Istri, dan Keponakan Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

    Beberapa kesaksian yang diungkap pekan lalu antara lain disebutnya nama Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh Mirwan. Mirwan mengaku pernah menyarankan SBY untuk menghentikan proyek e-KTP. Sebab, dia mendapat informasi dari Yusnan bahwa ada masalah dengan program itu. Mirwan tak menjelaskan detail apa masalah yang dimaksud. Namun, Mirwan mengatakan SBY menolak sarannya.

    Baca juga:
    Novanto Bukan Pelaku Utama Korupsi E-KTP ...
    Dokter Setya Novanto Akhirnya Temui Penyidik ...

    Sedangkan Irman menyampaikan kesaksian bahwa Andi Agustinus alias Andi Narogong mengatakan padanya bahwa Setya Novanto adalah pemegang kunci proyek e-KTP. Artinya, anggaran proyek ini ditentukan oleh Setya. Begitupun Sugiharto, dia mendengar dari Andi dan Johannes Marliem bahwa kunci proyek e-KTP ada di Setya Novanto.

    Setya Novanto didakwa jaksa berperan meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR pada medio 2010-2011. Atas perannya, Setya Novanto disebut menerima total fee sebesar US$7,3 juta. Selain menerima uang, pejabat legislatif tiga periode yakni 1999 - 2004, 2004 - 2009 dan 2009 - 2014 itu disebut menerima jam tangan merek Richard Mille seharga US$ 135 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.