Pengamat: Elektabilitas Jokowi Meningkat jika Gandeng Muhaimin

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan), saat peresmian  pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta  Tangerang, 2 Januari 2018. Jokowi tampil santai dengan mengenakan kaus merah lengan panjang, celana hitam, dan sepatu kets warna merah. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan), saat peresmian pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, 2 Januari 2018. Jokowi tampil santai dengan mengenakan kaus merah lengan panjang, celana hitam, dan sepatu kets warna merah. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Airlangga Kacung Marijan menilai sosok Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar merupakan pasangan paling tepat dan dapat meningkatkan elektabilitas Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Pasangan dari tokoh agama dinilai mampu melengkapi sosok Jokowi yang selama ini lebih dikenal nasionalis dan tidak lekat dengan agama.

    "Elektabilitas Jokowi bisa meningkat jika berpasangan dengan Muhaimin. Dibandingkan dengan Prabowo, Muhaimin lebih cocok dengan Jokowi," kata Kacung Marijan dalam sebuah acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat, 27 Januari 2018.

    Baca: Golkar Bantah Opsi Jokowi-Airlangga di Pilpres 2019

    Pendapat tersebut, kata Kacung, berdasarkan survei terbaru Lingkar Survei Indonesia (LSI). Menurut hasil survei lembaganya menunjukkan elektabilitas Muhaimin sebesar 14,9 persen, tingkat keterkenalan sebesar 32,4 persen, dan tingkat kesukaan tokoh sebesar 61,2 persen.

    Selain itu, Kacung melanjutkan, Muhaimin Iskandar merupakan tokoh Islam moderat yang dinilai dapat diterima berbagai kalangan masyarakat lintas agama dan suku di Indonesia.

    Senada dengan Kacung Marijan, pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuti berpendapat, elektabilitas Muhaimin Iskandar cenderung akan meningkat jika berusaha lebih keras lagi dalam melakukan sosialisasi dan mengenalkan diri kepada masyarakat.

    Baca: SMRC: Presiden Jokowi Kunci Elektabilitas PDIP di Pilpres 2019

    Alasannya, Ray menambahkan, selama menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, pria yang akrab disapa Cak Imin itu tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang menunjukkan partainya begitu kental akan budaya fanatisme.

    "Cak Imin tidak menampilkan sisi Islam sebagai agama yang saklek, namun bisa berdialog," kata Ray Rangkuti di lokasi yang sama.

    Hal tersebut, kata dia, terlihat dengan sikap PKB yang tidak menolak Perpu Ormas dan juga tak mengusulkan pemberlakuan Perda Syariah seperti halnya Partai Keadilan Sejahtera.

    Lingkar Survei Indonesia merilis lima tokoh calon wakil presiden dari tokoh Islam. Kelima tokoh itu adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH. M. Zainul Majdi, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Muhaimin Iskandar meraih elektabilitas tertinggi sebesar 14,9 persen.

    Menurut peneliti LSI Taufik Febri, nama lima tokoh cawapres muslim tersebut muncul karena meningkatnya sentimen agama pasca-pilkada DKI Jakarta 2018. "Survei kami, sentimen agama naik dari 40 persen pada Maret 2016 menjadi 71,4 persen pada Januari 2018," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.