Mirwan Amir Pernah Sarankan SBY Agar Hentikan Proyek E-KTP

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterang saksi dari Andi Narogong, Made Oka Masagung, Mirwan Amir, Charles Sutanto Ekapraja dan Aditya Suroso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterang saksi dari Andi Narogong, Made Oka Masagung, Mirwan Amir, Charles Sutanto Ekapraja dan Aditya Suroso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir mengaku pernah menyarankan agar proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP dihentikan. Saran itu ia sampaikan kepada Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

    "Kebetulan ada acara Cikeas, kita bicara sekilas saja," kata Mirwan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan pada Kamis, 25 Januari 2018.

    Baca: Saksi Ini Diminta Konfirmasi ke Setya Novanto Soal Proyek E-KTP

    Mirwan menyatakan mendengar dari pihak swasta bernama Yusnan Solihin bahwa ada masalah di program e-KTP. Karena itulah, Mirwan menyampaikannya ke SBY.

    Menurut Mirwan, SBY merespons bahwa proyek itu harus dilanjutkan. "Tanggapan SBY ini menuju pilkada bahwa proyek ini harus diteruskan," ujarnya.

    Meski begitu, Mirwan mengatakan posisinya hanya sebagai orang biasa. Karena itu, ia tak memiliki kuasa untuk menghentikan rencana proyek e-KTP. "Paling tidak sudah disampaikan," ujarnya.

    Baca: Dari Mirwan Amir hingga Irman di Sidang Setya Novanto Hari Ini

    Mirwan bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP mantan Ketua DPR Setya Novanto. Pada sidang ini, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan lima saksi.

    Selain Mirwan yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran DPR periode 2010-2012, jaksa menghadirkan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto. Irman dan Sugiharto telah divonis bersalah dan terbukti terlibat korupsi proyek e-KTP.

    Dua saksi lainnya adalah pengusaha bernama Yusnan Solihin dan Direktur PT Data Aksara Matra, Aditya Priyadi. Yusnan mengaku bersahabat dengan Mirwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.