Selain Fredrich, 5 Advokat ini Pernah Terjerat Perkara Kliennya

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi setelah menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 16 Januari 2018. Fredrich diperiksa untuk tersangka Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo dalam kasus merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah advokat memberi dukungan untuk bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang ditetapkan tersangka dugaan obstruction of justice oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Perlakuan KPK terhadap koleganya itu dinilai tak layak.

Poin keberatannya tentang hak imunitas dan belum dilaksanakannya sidang kode etik terhadap Fredrich saat ditetapkan tersangka. "Kalau dia melakukan pelanggaran biarlah dewan etik yang memutuskan," kata pengacara dari Barisan Advokat Bersatu, Herwanto pada Jumat, 19 Januari 2018.

Baca: Bantah Otto, Ahli Hukum: Tugas Pengacara Bukan Halangi Penyidikan

Terhadap sangkaan menghalangi, Herwanto bahkan menyebut sudah tugas advokat untuk menghalangi seperti halnya praperadilan. Menurut dia, tindakan Fredrich melindungi Setya hanya bagian dari strategi dalam menjalankan tugas sebagai advokat.

Di sisi lain, Sekretaris Nasional Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Julius Ibrani, menilai langkah KPK sudah tepat. Hak imunitas advokat dalam Pasal 16 UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, menurut dia harus dipahami dengan baik.

Advokat tidak dapat dituntut dalam menjalankan tugas profesinya jika mempunyai itikad baik sesuai peraturan perundangan. "Kalau dia tidak beritikad baik, dia bisa di pidana," kata dia pada Ahad, 14 Januari 2018.

Baca: Sejumlah Advokat Minta KPK Berterima Kasih pada Fredrich Yunadi

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satya Langkun juga beranggapan demikian. "Tidak ada aturan yang diterobos dalam penetapan tersangka dan penangkapan," kata dia.

Menurut Julius, keterlibatan advokat di tengah pusaran perkara korupsi bukan cerita baru. Sejak 2005, setidaknya ada 22 orang advokat termasuk Fredrich pernah dijerat dengan UU Tindak Pidana Korupsi. Ada 16 advokat melakukan suap menyuap, 2 advokat memberikan keterangan tidak benar, dan 4 lainnya menghalang-halangi penyidikan. Berikut Tempo lima advokat di antaranya yang telah dinyatakan bersalah.

1. Manatap Ambarita

Ia divonis bersalah karena menghalangi proses pemeriksaan oleh Kejaksaan terhadap tersangka tindak pidana korupsi penyalahgunaan sisa anggaran Tahun 2005 pada Dinas Kimpraswil Kabupaten Kepulauan Mentawai, Afner Ambarita.
Manatap dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Padang. Tahun 2010, Mahkamah Agung menjatuhkan vonis 3 tahun penjara. Tahun 2012, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dinyatakan buron oleh Kejaksaan Negeri Mentawai.

2. Lambertus Palang Ama

Lambertus divonis bersalah memberikan keterangan palsu dan merekayasa asal-usul uang Rp 28 miliar dalam kasus Gayus Halomoan Tambunan. Dia dijatuhi hukuman 3 tahun penjara ditambah denda Rp 150 juta oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

3. Haposan Hutagalung

Haposan Hutagalung juga divonis bersalah karena memberikan keterangan palsu tentang asal usul uang Gayus. Selain itu, dia juga menyuap penyidik Polri, Arafat Enanie dan Komisaris Jenderal Susno Duadji sewaktu menjabat Kepala Bareskrim Polri. Dia dijatuhi hukuman 7 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi dan diperberat di MA menjadi 12 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta.

4. Mohammad Hasan bin Khusi

Warga negara Malaysia itu divonis bersalah karena menghalang penyidikan tindak pidana korupsi terhadap tersangka Neneng Sri Wahyuni, istri dari M. Nazaruddin. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis 7 tahun penjara denda Rp 300 juta.

5. Azmi bin Muhammad Yusuf

Sama halnya dengan Mohammad Hasan, Azmi juga divonis bersalah untuk pasal dalam perkara yang sama. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.






Setelah Lulus Gelar Sarjana Hukum, Ini Tahapan Menjadi Pengacara

7 hari lalu

Setelah Lulus Gelar Sarjana Hukum, Ini Tahapan Menjadi Pengacara

Pengacara memiliki lisensi untuk melakukan praktk hukum. Bagaimana tahapan menjadi seorang advokat ini?


Cerita Mendiang Adnan Buyung Nasution Mendirikan LBH

20 Juni 2022

Cerita Mendiang Adnan Buyung Nasution Mendirikan LBH

Menurut Adnan Buyung Nasution penegakan hukum dan keadilan tak mungkin terjadi jika rakyat kalangan menengah ke bawah dalam posisi tidak seimbang.


Sebut Peradi Otto Hasibuan Tidak Sah, Hotman Paris Dipolisikan Lagi

29 April 2022

Sebut Peradi Otto Hasibuan Tidak Sah, Hotman Paris Dipolisikan Lagi

Seorang advokat wanita merasa dirugikan karena penyataan Hotman Paris soal Peradi pimpinan Otto Hasibuan tidak sah.


DPC Peradi Jakarta Barat Somasi Hotman Paris Hutapea

26 April 2022

DPC Peradi Jakarta Barat Somasi Hotman Paris Hutapea

Dewan Pimpinan Cabang Peradi Jakarta Barat mensomasi pengacara Hotman Paris Hutapea.


Hotman Paris Keluar dari Peradi, Sindir Otto Hasibuan juga Kerap Tampil Mewah

15 April 2022

Hotman Paris Keluar dari Peradi, Sindir Otto Hasibuan juga Kerap Tampil Mewah

Hotman Paris disebut telah melanggar kode etik advokat lantaran kerap pamer kekayaan dan inilah yang mendasarinya keluar dari Peradi.


Advokat Peradi Gugat Inmendagri soal Tes PCR ke MA

28 Oktober 2021

Advokat Peradi Gugat Inmendagri soal Tes PCR ke MA

Advokat Peradi mendaftarkan permohonan uji materi terhadap peraturan mengenai tes PCR sebagai syarat perjalanan domestik ke MA


Diduga Intimidasi Korban Olivia Nathania, Farhat Abbas Akan Dilaporkan ke Peradi

6 Oktober 2021

Diduga Intimidasi Korban Olivia Nathania, Farhat Abbas Akan Dilaporkan ke Peradi

Kuasa hukum Olivia Nathania, Farhat Abbas, disebut mengintimidasi dengan menelpon dan mengirim pesan kepada korban kasus penipuan CPNS.


Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

27 September 2021

Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

Berbagai cara dilakukan untuk menyangkal tuduhan korupsi, mulai dari membawa nama-nama tuhan hingga mengaku hilang ingatan,


Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

7 November 2020

Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

Fredrich menuding Setya Novanto belum membayar jasanya selama menjadi pengacara terpidana kasus korupsi proyek e-KTP itu.


Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

24 Oktober 2020

Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

Fredrich Yunadi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara menghalang-halangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto