Hanura Berkonflik, Wiranto: Tidak Ada Munas Luar Biasa

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah  menghadiri rapat koordinasi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah menghadiri rapat koordinasi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Jenderal (Purn) Wiranto mengatakan tidak ada rencana partai menggelar musyawarah nasional Luar biasa (Munaslub) untuk mencopot Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Konflik Oesman dan Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding yang saling pecat dianggap biasa dan Hanura memiliki sistem untuk menyelesaikannya.

    "Saya mengajak ayo rukun karena tugas ke depan berat," kata Wiranto di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018. Menurut Wiranto, ia telah berbicara dengan kedua kubu yang bertikai dan sepakat untuk introspeksi diri. "Kami tetap lakukan usaha untuk kompak karena ini Partai Hanura."

    Baca:
    Kisruh Internal, 16 DPD Hanura Ancam Keluar ... Oesman Sapta Odang Anggap Munaslub Partai ...

    Kubu Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding mengagendakan munaslub untuk menentukan ketua umum dalam pekan ini. “Langkah ini merupakan langkah menyelamatkan partai menjelang pilkada,” kata Wakil Ketua Umum Partai Hanura Nurdin Tampubolon di Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.

    Keputusan menggelar musyawarah nasional luar biasa itu menyusul pemecatan terhadap Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Oesman dipecat setelah lebih dari 400 Dewan Perwakilan Cabang tingkat Kabupaten Kota menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya.

    Di tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) terdapat 27 daerah yang mengajukan mosi tidak percaya. "Kami menyikapi dengan menunjuk Plt ketua umum," ujar Nurdin. Mantan Wakil Ketua Umum Hanura, Daryatmo, menggantikan Oesman sebagai pelaksana tugas ketua partai.

    Baca juga:
    Oesman Sapta Dipecat, Hanura Gelar Munas ... Bertemu Wiranto, DPD Hanura Minta Munaslub ...

    Menurut Wiranto, penyelesaian konflik Hanura terbantu dengan batalnya rencana verifikasi faktual bagi partai lama. "Jadi usaha kami saat ini mengompakkan (pengurus) partai agar tetap eksis."

    Oesman yang mendampingi Wiranto di Istana Negara menuturkan munaslub tidak mungkin terjadi. Alasannya, ia menjadi ketua umum lantaran perintah dari Wiranto. Ia merasa menjalankan tugas yang diperintahkan Wiranto.

    “Jadi menertibkan, ada kekurangan saya luruskan,” kata Oesman. Jika ada pengurus lain yang tidak bisa menerima keputusannya akan diambil langkah yang cepat demi mengamankan Partai Hanura.


    AHMAD FAIZ | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.