Ribut Hanura, Oesman Sapta: Jika Wiranto Setuju, Saya Pecat Balik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oesman Sapta Apresiasi Pemerintah yang Berikan Sertifikat Tanah Bagi Rakyat

    Oesman Sapta Apresiasi Pemerintah yang Berikan Sertifikat Tanah Bagi Rakyat

    TEMPO.CO, Jakarta - Oesman Sapta Odang mengatakan tidak ada dasar atas pemecatan dirinya dari jabatan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Ia yakin Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto tidak setuju dia dipecat.

    Namun, Oesman mengancam jika Wiranto setuju dirinya dipecat. "Kalau dia (Wiranto) setuju memecat, saya pecat balik," kata OSO di Hotel Manhattan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin, 15 Januari 2018.

    Baca:
    Hanura Pecat OSO, Wiranto Belum Menyatakan ...
    Sampaikan Mosi Tidak Percaya, Hanura Pecat ...

    Oesman mengaku sudah bertemu dengan Wiranto membahas kisruh yang di partainya. Menurut Oesman, Wiranto meminta dia mengambil langkah selanjutnya sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai.

    Wiranto berjanji akan bersikap dan menyelesaikan masalah pemecatan Oesman setelah mendapat laporan penuh soal kekisruhan di partai yang didirikannya. Ia menganggap masalah internal itu hal biasa dan dapat diselesaikan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura. "Enggak usah kita ributkan karena akan diselesaikan dengan baik."

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Hanura Rufinus Hutauruk mengatakan akan segera menggelar Musyawarah Luar Biasa Partai Hanura untuk menentukan ketua umum yang baru setelah Oesman dipecat.

    Baca juga:
    Oesman Sapta Dipecat, Hanura Gelar Munas ...
    Canda JK soal Kisruh Hanura: Kau Pilih yang ...

    Rufinus menuturkan, pemecatan Oesman didasari munculnya mosi tidak percaya 24 dewan pengurus daerah dan sekitar 400 dewan pengurus cabang tingkat kabupaten/kota. Ia mengatakan Oesman juga telah melanggar berbagai pasal AD ART Partai Hanura. Keputusan itu diambil dalam rapat internal Hanura pada Senin pagi.

    Menurut Rufinus, sikap mosi tidak percaya ini merupakan sikap Hanura di DPD yang berawal dari kekecewaan atas kepemimpinan Oesman Sapta Odang. Oesman dianggap kerap melakukan pelanggaran AD/ART Partai Hanura.

    ADAM PRIREZA | INDRI MAULIDAR | CHITRA

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.