Pengacara Setya Novanto Siapkan Pengajuan Justice Collaborator

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, 3 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

    Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, 3 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pengajuan justice collaborator atau JC untuk kliennya. Firman mengatakan pihaknya sedang dalam proses konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Di draft yang kita usulkan itu, saksi pelaku yang bekerja sama," kata Firman saat dihubungi Tempo pada Rabu, 10 Januari 2018.

    Proses konsultasi dengan KPK, disebut Firman sedang dalam pembahasan tentang jaminan perlindungan untuk Setya Novanto. Menurut Firman, menjadi JC memiliki konsekuensi yang besar.

    Baca: Alasan Setya Novanto Masih Pikirkan Opsi Justice Collaborator

    "Bisa jadi sasaran tembak, bulan-bulanan," kata Firman. "Prinsip protection of cooperating person itu bisa dipenuhi KPK atau tidak?".

    Justice collaborator adalah seorang saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum dalam membongkar suatu perkara, bahkan mengembalikan aset hasil kejahatan korupsi apabila aset itu ada padanya. Dalam konteks Setya Novanto, kasus yang dimaksud adalah tentang korupsi proyek e-KTP yang telah merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.

    Firman mengatakan pihaknya hari ini sedang mempersiapkan draft pengajuan JC. Rencananya, besok draft tersebut akan disampaikan ke KPK. "Walau mungkin ada penyempurnaan juga," kata dia.

    Baca: Diduga Halangi Penyidikan E-KTP, Hilman Mattauch Diperiksa KPK

    Bagi pihak yang menjadi JC, nantinya hakim dalam menentukan pidana yang akan dijatuhkan dapat mempertimbangkan hal-hal tertentu. Di antaranya menjatuhkan pidana percobaan bersyarat khusus atau menjatuhkan pidana berupa pidana penjara yang paling ringan di antara terdakwa lainnya. Namun, dalam pemberian perlakuan khusus dalam bentuk keringanan pidana, hakim tetap mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat.

    Syarat-syarat menjadi JC antara lain terdakwa bukan pelaku utama dan terdakwa bersikap kooperatif untuk memberikan informasi terkait aktor-aktor lain yang lebih besar dalam perkara itu. Mengenai rencana Setya Novanto ini, KPK belum memberikan konfirmasinya. Namun lembaga antirasuah ini sempat menyatakan bahwa kemungkinan untuk menjadi JC terbuka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.