Belum Setor Nama Calon Ketua DPR, Golkar Tunggu Revisi UU MD3

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memimpin rapat didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri), Agus Hermanto (kedua kanan) dan Fahri Hamzah (Kanan) pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 24 Agustus 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memimpin rapat didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri), Agus Hermanto (kedua kanan) dan Fahri Hamzah (Kanan) pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 24 Agustus 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat hari ini kembali beraktivitas setelah reses. Pimpinan DPR berencana segera menggelar rapat untuk membahas ketua DPR. Namun, Partai Golkar belum juga mengirimkan usulan nama calon pengganti Setya Novanto.

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan sampai pagi ini belum ada surat masuk dari Fraksi Golkar perihal calon ketua DPR. Padahal, sejak kemarin hingga malam tadi pimpinan lainnya menunggu agar bisa segera dibahas di rapat pimpinan.

    Baca: DPR Tunggu Usulan Golkar Soal Pengganti Setya Novanto

    "Nanti siang kami rapat untuk menyampaikan kembali pesan bahwa memang sebaiknya ketua DPR itu enggak boleh terlalu lama (dijabat) pelaksana tugas," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

    Ketua Fraksi Partai Golkar Robert Joppy Kardinal mengatakan nama kandidat calon pengganti Setya Novanto saat ini masih ada di pengurus pusat. Menurut dia, alasan belum juga diserahkan lantaran fokus pemilihan kepala daerah. "(Sekarang) Sibuk pendaftaran pilkada," ujarnya.

    Wakil Sekretaris Fraksi Golkar Sarmudji menuturkan pihaknya menunggu revisi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD tentang penambahan jumlah kursi wakil ketua DPR selesai. "Kami ingin selesaikan UU MD3 ini secepatnya sekaligus pergantian ketua DPR. Jadi sekali langkah dua urusan selesai," ucapnya.

    Baca: Koalisi Masyarakat Sipil Desak Golkar Pilih Ketua DPR yang Bersih

    Sarmudji menuturkan fraksi Golkar akan mengadakan rapat seputar hal ini pada Kamis, 11 Januari 2018. Namun hasilnya belum tentu memutuskan ketua DPR. "Hanya penegasan agar UU MD3 diselesaikan paling tidak satu minggu ke depan," ujarnya.

    Kursi Ketua DPR telah kosong semenjak Setya Novanto menyatakan mundur pada 9 Desember 2017. Setya sebelumnya didesak mundur akibat ia menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.

    Golkar, sebagai partai asal Setya Novanto, mempunyai hak untuk menunjuk siapa penggantinya. Hingga kini ada sejumlah nama yang kerap disebut akan menjadi ketua DPR, yaitu Bambang Soesatyo, Zainuddin Amali, dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

    Sementara itu, pihak Golkar masih belum memberikan jawaban pasti siapa yang akan menggantikan Setya Novanto. Ketua Bidang Kajian Ideologi dan Kebijakan Publik DPP Golkar Happy Bone Zulkarnain di beberapa kesempatan hanya mengatakan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah mengantongi nama calon ketua DPR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.