FPI Akan Gunakan 3 Aplikasi Ini setelah Akunnya Diblokir

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin, saat mengawal jalannya persidangan kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Jakarta utara, 20 Desember 2016. TEMPO/Maria Fransisca

    Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin, saat mengawal jalannya persidangan kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Jakarta utara, 20 Desember 2016. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin mengatakan akan mengajak delapan juta anggota FPI dan Alumni 212 di seluruh Indonesia untuk memboikot aplikasi yang katanya buatan Amerika Serikat. “Kita pakai karya anak bangsa,” kata Novel saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Desember 2017.

    Novel menjelaskan ada tiga aplikasi yang diwajibkan untuk digunakan oleh anggota FPI dan Alumni 212, yaitu http://android.redaksitimes.com, aplikasi pengganti Facebook, http://geevv.com pengganti google dan http://callind.com pengganti WhatsApp. “Usaha anak bangsa Indonesia, walau belum sempurna, Insya Allah akan terus disempurnakan,” ujar Novel.

    Baca: Akunnya Diblokir, FPI Akan Berunjuk Rasa ke Kantor Facebook

    Saat ini, Novel menuturkan, sudah mengajak sekitar delapan juta anggotanya untuk meninggalkan Facebook, Google, dan twitter beralih ke alternatif aplikasi baru yang dia sarankan. “Dan kita punya kekuatan yang sudah teruji, di Jakarta dan Banten dengan menang pilkada,” ucapnya.

    Ajakan tersebut muncul setelah akun Facebook milik FPI diblokir pada Selasa, 19 Desember 2017. Karena pemblokiran itu, Novel beserta anggota FPI akan melakukan demonstrasi di kantor Facebook dan Kementerian Komunikasi dan Informasi. “Sedang kami persiapkan,” kata Novel.

    Novel berserta anggota FPI dan Alumni 212 akan menyuarakan ketidakadilan yang dilakukan Facebook karena memblokir akun mereka. “Kami juga meminta kepada FB agar adil, segera block akun hoax, penista agama, komunis, LGBT, juga zina,” tutur dia.

    Baca: Kominfo: Kami Tak Perintahkan Pemblokiran Akun FPI

    Menurut Novel, dia belum mendapatkan konfirmasi dari Facebook ihwal penutupan akun FPI tersebut. Dia juga mengatakan akan meninggalkan Facebook untuk selamanya. “Spirit 212 akan melaju terus lewat media, ekonomi, politik, dan seterusnya,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.