Ganjar Pranowo Siap Mundur jika Terlibat Korupsi E-KTP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninggalkan ruang sidang seusai memberi kesaksian untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 13 Oktober 2017. Pertemuan tersebut untuk membahas anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. ANTARA

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninggalkan ruang sidang seusai memberi kesaksian untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 13 Oktober 2017. Pertemuan tersebut untuk membahas anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan akan mundur dari jabatannya jika terbukti terlibat dalam kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Politikus PDI Perjuangan itu mengaku malu karena sering dikaitkan dengan kasus megakorupsi tersebut.

    "Kalau saya memang korupsi ya saya mundur, meski itu kejadian di DPR ya, saya malu. Saya gak korupsi tapi dituduh korupsi ya malulah saya," kata Ganjar Pranowo di kantor Gubernur Jawa Tengah Jalan Pahlawan, Kamis, 14 Desember 2017.

    Dalam setiap kesempatan klarifikasi, Ganjar mengaku menceritakan hal yang ia alami mengenai tuduhan kepadanya. Menurut dia, tuduhan yang mengungkap ia menerima suap saat di ruang anggota Komisi II, almarhum Mustoko Weni, terlalu mengada-ada.

    Baca juga: Disebut Terima Uang E-KTP, Ganjar Pranowo Selalu Bawa Dokumen Ini

    Tudingan waktu yang diungkap, menurut Ganjar, tidak relevan. Ketidakrelevanan tersebut, yakni tuduhan ia menerima suap Rp 5 miliar dengan amplop di ruang Mustoko Weni pada Oktober 2010. Faktanya, Mustoko Weni meninggal pada Juni 2010.

    "Ketika karangan tidak betul, ya saya hanya berpendirian saja. Saya itu tidak korupsi. Dan saya sampaikan saja, saya tolak itu ketika Bu Mustoko Weni mau ngasih," ucap Ganjar.

    Ganjar berujar, ia bisa saja menyampaikan kata 'lupa' atau 'tidak tahu' dalam persidangan. Ia mengatakan menjawab pertanyaan dengan waktu yang runtut saat diminta menjadi saksi Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam persidangan kasus e-KTP.

    Nama mantan Wakil Ketua Komisi Pemerintahan DPR RI tersebut sebelumnya tertera dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum perkara korupsi e-KTP yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamis, 9 Maret 2017.

    Ganjar Pranowo disebut menerima uang US$ 520 ribu. "Saya tidak terima uang, sudah disampaikan di sidang Irman Sugiharto," kata Ganjar kepada ketua majelis hakim John Halasan Butar Butar.

    Baca juga: Setya Novanto Sebut Ganjar Pranowo Mengarang Cerita Soal E-KTP

    Dalam persidangan, Ganjar Pranowo mengaku pernah diberi goodie bag berisi uang oleh seorang laki-laki di gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Goodie bag tersebut diberikan setelah Ganjar menghadiri rapat di Komisi Pemerintahan DPR terkait dengan anggaran proyek e-KTP.

    Mengetahui isinya adalah uang, Ganjar Pranowo langsung memanggil laki-laki tadi dan menyerahkan kembali goodie bag yang sempat ia pegang. "Saya juga tidak kenal siapa dia," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.