Fredrich Yunadi Dibela Kolega Advokat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fredrich Yunadi pengacara Setya Novanto memberi keterangan kepada media di RSCM Kencana, Jakarta, 19 November 2017. Fredrich mengatakan tersangka kasus korupsi proyek e-KTP itu hanya mampu berbicara sedikit, kemudian langsung tertidur saat diperiksa dokter dari IDI. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Fredrich Yunadi pengacara Setya Novanto memberi keterangan kepada media di RSCM Kencana, Jakarta, 19 November 2017. Fredrich mengatakan tersangka kasus korupsi proyek e-KTP itu hanya mampu berbicara sedikit, kemudian langsung tertidur saat diperiksa dokter dari IDI. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, Fredrich Yunadi dibela sekelompok rekannya yang mengatasnamakan dari Aliansi Advokat Nasionalis. Aliansi Advokat Nasional mengecam pelaporan Fredrich ke Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan menghalangi penyidikan (obstruction of justice). Mereka menilai pelaporan tersebut mengancam profesi advokat dalam menjalankan tugasnya.

    "Sekelompok advokat yang dimotori oleh Saudara Petrus, Saor Siagian, dan ICW merupakan tindakan pelemahan marwah advokat," kata pendiri Aliansi Advokat Nasionalis Hudson Markiano di kawasan Tebet.

    Baca juga: Fredrich Yunadi Pernah Dituding Kejaksaan Saat Susno Duadji Buron

    Fredrich dilaporkan oleh Perhimpunan Advokat Pembela KPK pada Senin, 13 November 2017. Selain Fredrich, PAP-KPK juga melaporkan empat nama lainnya, yakni Setya Novanto, kuasa hukum Setya Sandy Kurniawan, dan plt Sekjen DPR Damayanti.

    Hudson mengatakan, apa yang dilakukan Fredrich dalam membela Setya wajar sebagai tugas seorang advokat terhadap kliennya. Dia menampik bahwa tindakan Fredrich ke luar dari koridor yang diatur Undang-undang dan etika profesi advokat.

    "Berbagai strategi akan dilakukan, sepanjang itu masih bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, why not. Nah ini kan ada yang sok pahlawan tampil membela KPK. KPK tidak perlu dibela, siapa yang tidak bisa ditangkap di republik ini," kata Hudson.

    Hudson dan kedua rekannya yang lain, Rihat Herijon dan Berman Nainggolan bersikukuh bahwa apa yang dilakukan Fredrich dalam membela Setya relevan, termasuk ancaman melaporkan KPK ke pengadilan HAM internasional.

    "Kami khawatir kriminalisasi ini sudah menjadi tensi yang sangat tinggi. Artinya ketika memang sudah tidak mampu Indonesia, kenapa tidak? Sehingga boleh, harus, ke pengadilan internasional," kata Rihat Herijon.

    Saat ditanya ihwal kapasitasnya dalam menyampaikan kecaman tersebut, Hudson mengatakan mereka merupakan kelompok independen. Hudson berujar, mereka buka suara sebab tak rela koleganya, Fredrich, dilaporkan atas dugaan menghalangi penyidikan Setya.

    "Kami independen. Kami tidak mau terlalu masuk ke materi. Kami hanya memperjuangkan rekan kami," kata Hudson.

    Namun, Hudson mengatakan dirinya ada di RS Medika Permata Hijau di malam Setya kecelakaan dan dirawat di sana. Dia mengatakan datang ke rumah sakit karena mendengar keramaian tersebut.

    "Waktu itu lagi rame-ramenya lah. Kebetulan saya di sekitar itu, mampir lihat," kata kolega Fredrich Yunadi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.