Milad Muhammadiyah Kali Ini di Keraton, Penuh Aneka Tradisi

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir saat menggelar pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Istana Merdeka, Jakarta, 1 November 2016. Pertemuan tersebut membahas aksi demonstrasi besar yang akan dilakukan pada 4 November 2016, terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir saat menggelar pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Istana Merdeka, Jakarta, 1 November 2016. Pertemuan tersebut membahas aksi demonstrasi besar yang akan dilakukan pada 4 November 2016, terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA - -- Ada yang menarik dalam Milad Muhammadiyah ke 105 tahun ini, Jumat 17 November 2017. Panitia mengelarnya di Pagelaran Keraton Yogyakarta dengan perayaan penuh tradisi nusantara. Sejumlah tokoh menghadiri acara itu, selain Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X yang menjadi tuan rumah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan pengurus PP Muhammadiyah juga hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Suasana milad Muhammadyah itu diliputi gerimis yang mengguyur Yogyakarta sejak sore hari. Namun hal itu tak menyurutkan para kader dan warga Muhammadyah terus berduyun duyun berdatangan menghadiri milad yang mengusung tema 'Muhammadyah Merekat Kebersamaan' itu.

    BACA: Milad Ke-108 Hijriah, Muhammadiyah Ajak Jaga Persatuan

    Nuansa milad cukup meriah. Dibuka dengan berbagai tarian dan pertunjukkan khas berbagai daerah nusantara.

    Mulai drama tari Hanoman dalam cuplikan Ramayana hingga tokoh Leak khas Bali tampil membuat suasana panggung amat meriah. Lagu lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya, Indonesia Tanah Air Beta, dan lainnya dibawakan oleh paduan suaa dan orkhestra para kader Muhammadyah dengan penuh semangat.

    Simak: NU dan Muhammadiyah Desak PBB Hentikan Krisis Rohingya

    Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir sebelumnya mengatakan pada milad kali ini akan memberikan penghargaan kepada Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Penghargaan ini untuk penghormatan kepada jasa dan dukungan keraton sejak Sultan HB VII, VIII, IX dan X pada gerakan Muhammadyah," ujar Haedar.

    Milad Muhammadyah kali ini harus berbagi suasana dengan perayaan Pasar Malam Sekaten yang masih berlangsung di Alun Alun Utara Yogya. Meski hanya terpisah pagar Pagelaran Keraton namun dua acara itu tak saling mengganggu.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komponen Lokal Mobil Esemka Bima, Mesin Masih Impor dari Cina

    Mobil Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. adalah dua model pikap yang diluncurkan oleh PT Solo Manufaktur Kreasi pada Jumat, 6 September 2019.