Incar 2 Periode, Jokowi Ingin Pastikan Proyek Strategis Selesai

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat meresmikan jalan tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km dan Medan-Binjai sepanjang 10,6 km, di Deli Serdang, Sumatera Utara, 13 Oktober 2017. ANTARA/Septianda Perdana

    Presiden Joko Widodo saat meresmikan jalan tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km dan Medan-Binjai sepanjang 10,6 km, di Deli Serdang, Sumatera Utara, 13 Oktober 2017. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberi sinyal bahwa dirinya ingin menjadi Presiden Republik Indonesia selama dua periode. Hal itu ia tunjukkan ketika ditanyai apakah dirinya akan menjadikan kebijakan-kebijakan infrastrukturnya, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagai materi Pemilu 2019.

    "Banyak proyek yang baru akan selesai pada 2020, 2021, dan 2022. Memang harus selesai dan saya harus memastikan itu selesai," ujar Presiden Joko Widodo saat diwawancarai Tempo secara eksklusif di Istana Kepresidenan, Jumat pekan lalu.

    Baca juga: Jokowi Jelaskan Alasan Pengalihan PMN Trans Sumatera ke LRT

    Berdasarkan catatan Tempo, ada cukup banyak proyek strategis Presiden Joko Widodo yang baru akan selesai tahun 2019 ke depan. Dua di antaranya adalah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan kereta cepat Jakarta-Surabaya.

    Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya, misalnya, saat ini masih adalam tahap pengkajian yang melibatkan perusahaan asal Jepang, JICA, dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Hal yang dikaji mulai dari teknologi kereta yang akan dipakai hingga keputusan akan memakai jalur lama atau baru.

    Sementara itu, untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Presiden Joko Widodo malah meminta agar prosentase saham BUMN di konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung ditinjau ulang. Dugaannya, pemerintah berupaya menurunkan porsi kepemilikan saham BUM dalam PT Kereta Cepat Indonesia China. Sejauh ini, prosentasenya adalah 60:40 untuk BUMN.

    Presiden Joko Widodo berkata, untuk negara sebesar Indonesia, sulit untuk menyelesaikan semua proyek yang diiniasi dalam satu periode kepemimpinan. Sebab, terlalu banyak yang harus dikerjakan, siapapun pemimpinnya.

    "Di manapun gak mungkin bisa membangun dalam 5 tahun dan selesai. Masih terlalu banyak yang harus dikerjakan. Jangan berpikir ini akan jadi materi 2019," ujar Presiden Joko Widodo menegaskan.

    Terlepas dari banyaknya hal yang masih harus dikerjakan, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja kabinetnya dalam membantu menyelesaikan proyek-proyek yang ada. Ia mengklaim para menterinya bisa mengikuti ritmen kerjanya.

    "Apa saya cepat? Wong pekerjaannya jadi, berarti menteri-menteri saya bisa mengikuti ritme saya," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.