Setya Novanto Kembali Dipanggil dalam Sidang E-KTP Andi Narogong

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Kasus E-KTP Andi Narogong (Tengah) mendengar keterangan saksi pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 9 Oktober 2017. Sidang ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi diantaranya mantan Mendagri Gamawan Fauzi, President Director of PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) Yusuf Darwin Salim, Staf Pusat Komunikasi Kemenlu Kristitan Ibrahim Moekmin, Dirjen Ducakpil Kemendagri Zudan, dan Pegawai Lembaga Kebijakaan Barang/Jasa Pemerintah Setya Budi Arijanta. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Terdakwa Kasus E-KTP Andi Narogong (Tengah) mendengar keterangan saksi pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 9 Oktober 2017. Sidang ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi diantaranya mantan Mendagri Gamawan Fauzi, President Director of PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) Yusuf Darwin Salim, Staf Pusat Komunikasi Kemenlu Kristitan Ibrahim Moekmin, Dirjen Ducakpil Kemendagri Zudan, dan Pegawai Lembaga Kebijakaan Barang/Jasa Pemerintah Setya Budi Arijanta. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dijadwalkan kembali bersaksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Pemanggilan sebagai saksi pada hari ini merupakan yang ketiga kalinya setelah Setya mangkir sebanyak dua kali.

    Penasihat hukum Andi Narogong, Samsul Huda, telah menerima informasi bahwa hari ini delapan saksi dihadirkan oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. “Ada delapan, salah satunya Setya Novanto,” kata Samsul kepada Tempo pada Jumat, 3 November 2017.

    Baca: Eks Dirut PNRI Dicecar Soal Isi Pertemuan dengan Andi Narogong

    Selain Setya, saksi lain yang dihadirkan adalah keponakan Setya, Irvanto; pegawai PT Sandipala Arthapura, Fajri Agus Setiawan; Kepala Subbagian Perbendaharaan Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Junaidi; Kepala Bagian Umum Sekretariat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Rudi Indrato Raden; panitia pemeriksa dan penerima barang Kementerian Dalam Negeri, Endah Lestari; Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo; dan Deniarto Suhartono dari swasta.

    Setya Novanto sudah dua kali mangkir dari persidangan. Pada 9 Oktober 2017, Setya tidak hadir di persidangan dengan alasan sakit. Pada 20 Oktober 2017, Ketua Umum Partai Golongan Karya tersebut kembali tidak hadir dengan alasan sedang mengikuti kegiatan kenegaraan.

    Baca: Lagi, Setya Novanto Mangkir Sidang E-KTP Andi Narogong

    Setya pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi proyek e-KTP pada 17 Juli 2017. Setya, melalui Andi Narogong, diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan pengadaan proyek. “Tersangka menyalahgunakan kewenangan, sehingga diduga mengakibatkan negara rugi Rp 2,3 triliun,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo saat itu.

    Ia kemudian menggugat penetapannya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada 29 September 2017, hakim tunggal Cepi Iskandar mengabulkan gugatan tersebut, sehingga Setya lepas dari status tersangka.

    Adapun terdakwa Andi Narogong ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu daripada Setya Novanto, yaitu pada 23 Maret 2017. Dia menjalani sidang perdana pada Senin, 14 Agustus 2017. Andi diduga berperan aktif dalam proses penganggaran serta pelaksanaan pengadaan barang dan jasa proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.