Tjahjo Kumolo Akan Cermati Pidato Anies Baswedan Soal Pribumi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengikuti proses kirab menuju Istana Negara, Jakarta, 16 Oktober 2017. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengikuti proses kirab menuju Istana Negara, Jakarta, 16 Oktober 2017. TEMPO/Subekti

    Jakarta - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan akan mencermati terlebih dahulu soal pidato Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang memicu kontroversi akibat kata pribumi. Tjahjo enggan menanggapi apakah akan memberi teguran lantaran pernyataan Anies diduga melanggar Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998.

    "Saya ingin lihat secara jernih dulu. Bagaimana isi rekamannya, teksnya bagaimana dulu," kata Tjahjo ditemui setelah menghadiri acara Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional yang diselenggarakan oleh TNI yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan di Badan Pengembangan Sumber Daya, Kemendagri Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada, Rabu, 18 Oktober 2017.

    Baca juga: AI: 3 Alasan Kata Pribumi Seharusnya Tak Dipakai Anies Baswedan

    Pidato pelantikan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta sebelumnya menuai banyak tanggapan dari berbagai pihak dan juga masyarakat. Dalam pidatonya, Anies menyelipkan kata "pribumi" yang dianggap membawa setimen primordial dan sarat dengan politisasi identitas.

    Selain itu, penggunaan kata "pribumi" tersebut juga dinilai sangat tidak etis lantaran justru menyebabkan kegaduhan baru. Padahal, sudah ada Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998 yang memerintahkan untuk menghentikan penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi.

    Anies tak menjawab wartawan ketika ditanya apakah dia dan timnya tak mempertimbangkan tentang aturan penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi itu dalam pidatonya. Cucu pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan itu hanya bungkam. "Cukup, sudah ya," ujar Anies Baswedan mengakhiri wawancara.

    Menurut Anies Baswedan, sesuai konteks pidatonya istilah itu mengacu pada masa kolonial, bukan masa kini. Anies menegaskan, dibanding dengan kota-kota lain di Indonesia, masyarakat Jakarta memang paling terkena imbas dari penjajahan. "Yang lihat Belanda dari dekat siapa? Jakarta,” katanya.

    LARISSA HUDA

     Baca juga: Inilah Penyebab Pidato Gubernur Anies Soal Pribumi Bikin Geger


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.