Kawah Gunung Agung Keluarkan Uap Air

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, 19 September 2017. Petugas pos pemantauan Gunung Agung telah mencatat tingkat kegempaan meningkat drastis dari 180 kali menjadi 366 kali da

    Warga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, 19 September 2017. Petugas pos pemantauan Gunung Agung telah mencatat tingkat kegempaan meningkat drastis dari 180 kali menjadi 366 kali da

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Gede Suantika mengatakan Gunung Agung mengeluarkan semburan uap air dari kawah gunung tersebut sejak Minggu, 24 September 2017.

    "Status Gunung Agung yang sudah level IV (awas) sejak kemarin mengeluarkan semburan uap air atau asap putih setinggi 200 meter. Itu artinya pemanasan air di bawah dengan magma semakin meningkat," ucap Suantika di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang, Karangasem, Bali, Senin, 25 September 2017.

    Baca: Begini Sejarah Letusan Gunung Agung di Bali

    Suantika mengatakan keluarnya uap air itu menandakan magma sudah semakin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan serta. Itu juga tanda jumlah kegempaan semakin banyak dan kuat.

    "Dari pengamatan, memang terjadi intensitas kegempaan semakin meningkat. Jumlah kegempaan vulkanis dangkal, seperti pada Minggu, 20 September 2017, yang semakin meningkat dibanding pada Sabtu, 19 September 2017."

    Menurut dia, kegempaan di kawah semakin meningkat. Tapi gempa vulkanis dalam agak menurun dari dua hari lalu dibanding sehari sebelumnya. Namun yang meningkat itu vulkanis dangkal.

    Baca: Gunung Agung Menggeliat, Jalur Penerbangan Disiagakan

    "Tekanan magma sudah semakin ke atas. Dan dengan kegempaan itu serta semburan uap air menandakan magma sudah semakin ke atas," ujar pria asal Kabupaten Buleleng itu.

    Laporan Pos Pengamatan Gunung Api Agung menyebutkan, pada Senin, 25 September 2017  di periode pengamatan pukul 00.00-06.00 Wita, kegempaan vulkanis dangkal jumlahnya sebanyak 102, amplitudo 2-4 mm, dan durasi 10-15 detik. Sedangkan vulkanis dalam jumlahnya 125, amplitudo 4-8 mm, S-P: 1,5-2,5 detik, dan durasi 15-30 detik. Adapun tektonik lokal jumlahnya 14, amplitudo 6-8 mm, S-P: 5-7 detik, dan durasi 30-60 detik.

    Gunung Agung dengan ketinggian 3.142 mdpl di Kabupaten Karangasem saat ini visual gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Begitu juga kondisi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 22-23 derajat Celcius dan kelembapan udara 87-88 persen. Volume curah hujan 9 mm per hari.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.