Jumat, 16 November 2018

UU Pilkada, Dipo Alam: Tak Elok Saling Menyalahkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dipo Alam. TEMPO/Subekti

    Dipo Alam. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam ikut bersuara menanggapi voting RUU Pemilihan Kepala Daerah. Menyadur orang bijak, kata dia, tak elok kalau sesama bangsa saling menyalahkan dengan disahkannya beleid tersebut oleh DPR.

    "The blame game is already a lost game (permainan politik dengan cara menyalahkan sudah ketinggalan zaman)," cuit Dipo melalui akun Twitter-nya, @dipoalam49, Sabtu, 27 September 2014. "So don't dressing up to play it (jangan membuat rekayasa dalam berpolitik). Sabar."

    Sebelumnya, Jumat dinihari, 26 September 2014, Rancangan Undang-Undang Pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah disahkan melalui voting. Sidang Paripurna DPR itu diwarnai dengan aksi walkout 129 anggota Partai Demokrat. Musababnya, sepuluh opsi yang mereka ajukan untuk pilkada langsung tidak diterima secara penuh oleh fraksi lainnya.

    Berdasarkan rekapitulasi hasil voting, fraksi pendukung pilkada lewat DPRD, yakni Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Golkar, unggul dengan 256 suara. Sedangkan tiga fraksi pendukung pilkada langsung, yakni PDI Perjuangan, Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa, mengantongi 135 suara.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Baca juga:
    Trem Surabaya, Risma Libatkan Polisi Hingga KPK
    Mantan Mendagri: Annas Maamun, Raja Kecil Suka-suka
    Mekanik Helikopter Bom Air dari Ukraina Tewas di Kamar Hotel
    Ramadhan: SBY Tak Pernah Instruksikan Walkout


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.