Hari Kartini, Wapres Amerika Serikat Mike Pence: Dia Perempuan Hebat

Jum'at, 21 April 2017 | 14:25 WIB
Hari Kartini, Wapres Amerika Serikat Mike Pence: Dia Perempuan Hebat

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence mengucapkan selamat Hari Kartini dalam lawatannya ke Indonesia. Menurut Pence, keberadaan tokoh Kartini adalah contoh yang baik bagi Indonesia dalam menghargai kesetaraan perempuan.

"Izinkan saya menyampaikan sebuah penghormatan pada Hari Kartini. Kartini adalah perempuan hebat, dan Indonesia merupakan negara yang baik bagi kami dalam menghargai kesetaraan perempuan," kata Pence di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat, 21 April 2017.

Baca: Dengar Arsitek Masjid Istiqlal Orang Kristen, Wapres Amerika Serikat Terkesan


Ia berujar, keberadaan Kartini di Indonesia bisa menjadi inspirasi bagi gerakan perempuan di dunia, misalnya dalam menempuh pendidikan untuk memperkuat pembangunan manusia di Asia. "Saya lihat Indonesia sudah melakukan itu," ucap Pence.

Ia menuturkan keberadaan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi adalah contoh Indonesia memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan penting. Selain itu, ia mengapresiasi keberadaan mantan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, dan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani yang dinilai sebagai perempuan paling berpengaruh.

Simak juga: Surat Kontroversial Kartini, dari yang Intim hingga Soal Cina


Hari ini, 21 April 2017, Indonesia memperingati Hari Kartini. Menurut Pence, Indonesia kini memperoleh hasil dari gerakan yang didasari semangat Kartini. "Ini momentum kesuksesan dalam kehidupan publik dan pribadi pada Hari Kartini ini," ujarnya.

Pence datang ke Indonesia sejak Kamis kemarin dengan sejumlah agenda, antara lain penandatanganan sejumlah kota bisnis kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat. Indonesia diklaim menjadi negara Asia Tenggara pertama yang disambangi Pence sebelum bertolak ke Australia.

ARKHELAUS W.



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan