Prabowo Ungkap Obrolan dengan Aktivis yang Dituduh Makar  

Jum'at, 02 Desember 2016 | 15:37 WIB
Prabowo Ungkap Obrolan dengan Aktivis yang Dituduh Makar  
Ketua DPR Setya Novanto berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menyambangi kediamanya di Jalan Kertanegara, Jakarta, 1 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto berkomentar soal sepuluh orang yang ditangkap polisi atas tuduhan makar terhadap pemerintah. 

Prabowo menghargai keputusan pihak kepolisian. Menurut dia, polisi pasti memiliki dasar dan pertimbangan tertentu. "Tentunya aparat punya dasar," katanya di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, hari ini, 2 Desember 2016.

BacaSri Bintang Pamungkas Diciduk Saat Sedang Ngopi

Sepuluh orang ditangkap pagi tadi dengan tuduhan melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 dan 207 KUHP. Sebagian dari mereka adalah aktivis politik yang diketahui dekat dengan Prabowo, seperti Rachmawati Soekarnoputri; musikus dan calon Bupati Bekasi, Ahmad Dhani; dan seniman Ratna Sarumpaet. Sri Bintang Pamungkas, aktivis politik 1990-an, juga diciduk.

Menurut Prabowo, Rachma, Dhani, dan Ratna memiliki sifat nasionalis dan idealis yang tinggi. "Mungkin mereka ingin romantis, ingin perubahan ke arah yang lebih baik. Bukan makar," ucap Prabowo. "Saya kira terlalu jauh kalo mereka disebut mau makar."

SimakDitangkap Polisi, Tensi Darah Rachmawati Tinggi

Prabowo juga menerangkan, dia beberapa kali mengajak mereka untuk berpikir dan berjuang dalam sistem. Namun, ia tidak bisa memaksakan ajakan itu sebab masing-masing orang memiliki pendirian yang harus dihargai.

Dalam demokrasi, dia meneruskan, memang menjunjung tinggi hak menyampaikan pendapat. Namun, Prabowo ingin mencari titik temu jika ada perbedaan. "Saya sih, inginnya semua tepo seliro, marilah kita cari titik pertemuan lah, jangan titik perpecahan," ujarnya.

INGE KLARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan