Kodim Brebes Gelar Nobar Film G30S PKI di Desa dan Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan film Penumpasan Penghiatan G30S/PKI. journalbali.com

    Adegan film Penumpasan Penghiatan G30S/PKI. journalbali.com

    TEMPO.CO, Brebes - Komando Distrik Militer 0713/Brebes akan menggelar nonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI atau film G30S PKI di setiap desa. Pelaksanaan nonton bareng akan dikoordinasi koramil-koramil.

    "Sesuai instruksi dari Panglima TNI, kami siap memutar kembali film G30S PKI di tiap desa," kata Komandan Kodim Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono Jumat, 22 September 2017.

    Baca juga: Beragam Versi Aktivitas Bawah Tanah DN Aidit di Tahun 1945

    Kodim Brebes, melalui koramil dan babinsa berkoordinasi dengan 295 pemerintah desa dan kelurahan menggelar nonton bareng film G 30S PKI. Hadi mengatakan pemutaran film tersebut untuk mengingat kembali aksi kekejaman yang dilakukan oleh PKI. Sebab, sejak reformasi tahun 1998, film garapan Arfin C. Noer tersebut tak lagi rutin diputar. "Nah beberapa tempat di Brebes sudah mulai diputar," kata dia.

    Selain di desa-desa, pemutaran film akan digelar di sekolah-sekolah. Pertimbangannya, banyak generasi muda yang lahir setelah 1998 yang tidak pernah menonton film tersebut. "Sejarah ini jangan sampai terputus. Mereka perlu mempelajari sejarah yang sesungguhnya," ujar dia.

    Kodim juga menggalakkan nonton bareng di sejumlah pesantren. "Tadi malam saja di di Pondok Pesantren Al-khikmah Benda Sirampog ada seribu santri yang menggelar nonton bareng," kata dia.

    Disinggung soal banyak pihak yang masih meragukan kevalidan film tersebut, Hadi menampik anggapan itu. Menurutnya, film tersebut dibuat dengan riset yang mendalam dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. "Pembuatan film sampai dua tahun loh. Risetnya kan tidak main-main," ujar dia.

    Adapun soal sejumlah adegan yang mengerikan di film G30S PKI yang berdurasi hampir empat jam itu, menurut Hadi, saat ini sudah disesuaikan. "Kalau yang baru kan sudah dipotong adegan yang kurang pantas itu. Termasuk pengangkatan mayat di lubang buaya. Meski sebenarnya di situlah poinnya," kata dia.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.