Demokrat Dukung Jokowi Melarang Menterinya Kampanye Politik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hinca Panjaitan. TEMPO/Adri Irianto

    Hinca Panjaitan. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta  – Permintaan Presiden Jokowi kepada para menterinya untuk fokus bekerja dan melayani rakyat daripada berkampanye, dinilai benar oleh Sekretaris Jenderal  Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Menurutnya hal itu penting dilakukan supaya tujuan-tujuan  Jokowi yang tertuang dalam Nawacita bisa diwujudkan sesuai janjinya.

    “Ajakan sekaligus peringatan Presiden Jokowi untuk bekerja dan bekerja sudah benar. Harus dipisahkan secara tegas antara kerja partai dan kerja di pemerintahan,” kata Hinca kepada Tempo, Selasa, 5 September 2017.

    Baca: Tahun 2019, Jokowi Minta Menteri Fokus Kerja, Kampanye Urusan Projo

    Dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Ormas Pro Jokowi (Projo) di Kelapa Gading Senin lalu, Jokowi  menyinggung supaya menteri fokus bekerja. Hal ini karena ada menterinya yang berlatar belakang partai politik. Menurut Jokowi berkampanye bukan tugas para menteri melainkan organisasi masyarakat seperti Projo.

    Demokrat, kata Hinca, sudah mempersiapkan strategi untuk memenangkan pilkada dan pilpres. Salah satunya mempersiapkan proses rekrutmen bagi calon anggota legislatif, wali kota dan wakil wali kota serta gubernur dan wakil gubernur.

    Simak: Di Depan Projo, Jokowi: Negosiasi Divestasi Saham Freeport Alot

    Untuk mencapai target pada pilpres dan pilkada, kata Hinca, Demokrat telah mempersiapkan infrastruktur partai dalam hal ini membangun perwakilan partai pada tingkatan ranting. “Kami sedang bangun Gerakan Serbu Ranting. Gerakan 100.000 ranting di desa/kelurahan,” ucap Hinca.

    Program Gerakan Serbu Ranting Partai Demokrat ini sejauh ini sudah mencapai 72 persen. Hinca sendiri berharap jumlah ini akan terus bertambah dan akan selesai pada akhir tahun 2017 ini.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.