Cerita Anak-anak Novel Baswedan Terpisah Jakarta - Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    TEMPO.CO, Singapura - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan menceritakan tentang kerinduan anak-anaknya selama dirinya menjalani perawatan dan pengobatan di Singapura.

    Dia mengatakan, dirinya sudah tak lagi bertemu langsung dengan keempat anaknya sejak libur sekolah berakhir awal Juli lalu. Mereka hanya berkomunikasi melalui sarana telepon.


    Baca : Novel Baswedan Kecewa, Polisi Menjawab: Saksi 56 Lebih Lo..

    Di Singapura, Novel ditemani istrinya, Rina Emilda dan putra bungsunya yang masih berumur tujuh bulan. Dua anak pertamanya saat ini menjalani pendidikan di sebuah pesantren. Sedangkan dua lainnya berada bersama kerabatnya di Jakarta.

    Novel mengatakan, dia beberapa kali meminta istrinya untuk kembali ke Jakarta menemani kedua anaknya. Akan tetapi, anaknya yang berusia tujuh tahun sempat memberikan respon melalui telepon dan begitu diingat Novel. Pada saat itu, Novel menanyakan apakah mereka mau Umminya menemani dan kembali ke Jakarta.

    “Ummi di sana saja jaga Abi,” kata Novel mengulangi kalimat anaknya saat ditemui Tempo, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Simak : Pergantian Penyidik Kasus Novel Baswedan, Permintaan Siapa?

    Kisah ini juga dibenarkan Emilda yang juga selalu menemai suaminya menjalani solat berjamaah di salah satu masjid Singapura. “Tapi di ujungnya bilang, ‘tapi hanya satu bulan saja ya’,” tutur Emilda.

    Sudah lebih dari empat bulan, Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan dan pengobatan intensif terhadap matanya. Kedua mata Novel mengalami luka parah setelah dua orang tak dikenal menyiramkan air keras ke wajahnya, subuh, 11 April 2017 lalu.

    Hingga saat ini, tim dokter masih mengupayakan sejumlah langkah untuk mengembalikan kemampuan penglihatan Novel termasuk dengan operasi besar besok, Kamis 17 Agustus 2017.

    FRANSISCO ROSARIANS (Singapura)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.