Khofifah Diminta Tiru Halim Iskandar Tak Maju Pilgub Jawa Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat membeberkan rencana Kementerian Sosial di Rakor Program Pemberdayaan Sosial di Bandung, Jawa Barat, 13 April 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Ekspresi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat membeberkan rencana Kementerian Sosial di Rakor Program Pemberdayaan Sosial di Bandung, Jawa Barat, 13 April 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Kediri - Kyai sepuh Nahdlatul Ulama Anwar Iskandar meminta Khofifah Indar Parawansa meniru sikap Halim Iskandar. Demi menjaga keutuhan suara Nahdlatul Ulama, Khofifah diminta mengurungkan niat maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur.

    Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kediri ini menyarankan kepada Khofifah Indar Parawansa untuk tidak mencalonkan diri dalam kontestasi pemilihan Gubernur Jawa Timur. Meski hal itu merupakan hak setiap warga NU, namun Khofifah diminta mempertimbangkan dampak negatifnya bagi NU. “Para kyai sudah memikirkan cara terbaik menjaga keutuhan umat dalam pilgub nanti,” kata Kyai Anwar kepada Tempo, Jumat 11 Agustus 2017.

    Baca juga:

    Khofifah Nilai Pemikiran Cak Imin Soal Pilgub Jawa Timur Mundur

    Jika Khofifah maju, menurut Gus War, panggilan Kyai Anwar Iskandar, akan berdampak buruk bagi kemenangan NU di putaran pilkada. Sebab bisa dipastikan suara NU akan terbelah dan tak lagi solid seperti keinginan para kyai. Sehingga dampaknya akan terasa hingga ke akar rumput dan tidak bagus bagi organisasi NU.

    Lebih jauh Gus War meminta agar Menteri Sosial itu meniru sikap Halim Iskandar dalam menghadapi pemilihan gubernur. Halim yang juga kakak kandung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar ini memilih mundur dalam pencalonan demi menjaga keutuhan NU. Dia dinilai bijak karena menyadari ada kepentingan yang lebih besar dan harus dijaga. “Jabatan Menteri kan sudah bagus sebagai tempat mengabdi, contohlah sikap Pak Halim,” kata Gus War.

    Baca pula:

    Khofifah Tunggu Sinyal Istana Maju Pilkada, Kata Jokowi...

    Tanpa menghilangkan hak Khofifah untuk maju, Gus War mengingatkan kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 2016 – 2021 ini agar mengedepankan kewajibannya sebagai kader NU. Kewajiban yang dimaksud adalah menjaga keutuhan NU dibanding hak untuk mencalonkan diri. “Muslimat kan juga NU, kecuali sudah merasa bukan lagi bagian dari NU,” ingatnya.

    Khofifah Indar Parawansa dipastikan maju menjadi calon Gubernur Jawa Timur pada pemilihan serentak tahun 2018 mendatang. Pencalonan Khofifah untuk ketiga kali ini menjadi ancaman bagi Syaifullah Yusuf yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur dan akan maju sebagai calon gubernur. Sebab kedua kandidat itu dipastikan sama-sama memperebutkan suara NU di Jawa Timur yang menjadi basis dukungan mereka.

    Silakan baca:

    Khofifah Beri Sinyal Kuat Bakal Maju ke Pilgub Jawa Timur 2018

    Belakangan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar terlibat perang pernyataan dengan Khofifah atas pencalonannya ini. Muhaimin meminta agar Khofifah fokus pada pekerjaannya menjadi Menteri Sosial lantaran partai yang dipimpinnya sudah menyatakan akan mendukung Syaifullah Yusuf.

    Sementara Khofifah Indar Parawansa meminta kepada Muhaimin Iskandar agar tak mencampuri pencalonannya dan fokus pada pemenangan Syaifullah Yusuf. Khofifah juga menyindir Muhaimin sebagai politisi yang tak demokratis.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.