Dana Haji Buat Infrastruktur Jalan Terus Saja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tak perlu ragu untuk menginvestasiikan dana haji  sebesar Rp 100 triliun pada proyek infrastruktur. Masyarakat pun tak perlu reaktif menanggapi rencana pemerintah yang akan mulai menginvestasikan dana haji pada  akhir tahun ini. “Sepanjang dilakukan secara transparan dan sesuai aturan, seharusnya tak menjadi masalah,” demikian Editorial Koran Tempo pada Rabu, 2 Agustus 2017.

    Apalagi, Majelis Ulama Indonesia telah menyatakan investasi dana haji di proyek infrastruktur dibolehkan asal bermanfaat. Yang penting, menurut MUI, pemerintah mesti menjamin keamanan dana itu.  Dalam menempatkan dana buat infrastruktur, Badan Pengelola Keuangan Haji yang baru saja dilantik Presiden Jokowi, perlu memilih proyek yang memberikan bagi hasil tinggi tapi dengan tingkat risiko yang sangat kecil.

    Baca : Siapa Jenderal Peneror Novel Baswedan

    Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai tidak tepat penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tol atau lainnya. Ia menilai  penggunaan dana  haji sudah diatur dalam undang-undang. 

    Pengelolaan dana haji, selama ini sudah lazim dilakukan. Dana haji sudah diinvestasikan secara tak langsung untuk infrastruktur melalui sukuk  atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN. Jumlah sukuk  tersebut mencapai yaitu Rp 35,2 triliun atau 40 persen dari total dana haji saat ini.

    Selengkapnya, baca di sini.

    INDONESIANA | ISTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.