Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Yogyakarta Deklarasi #Berlian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak ikut peduli terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak saat melakukan aksi di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (29/1). Mereka menuntut adanya perhatian lebih dari pemerintah dan elemen masyarakat terhadap kejahatan seksual pada anak dan perempuan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang anak ikut peduli terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak saat melakukan aksi di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (29/1). Mereka menuntut adanya perhatian lebih dari pemerintah dan elemen masyarakat terhadap kejahatan seksual pada anak dan perempuan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah DI Yogyakarta menyiapkan deklarasi gerakan melawan kekerasan terhadap anak bernama #Berlian yang merupakan singkatan dari Bersama Lindungi Anak. Gerakan ini sebagai aksi serentak peringatan Hari Anak Nasional yang dihelat 3 Agustus 2017 di Plaza Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta.

    Deklarasi yang akan dipimpin langsung Raja Keraton Yogyakarta yang juga Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X ini akan melibatkan 1.000 anak dalam bentuk membuka payung bersama sebagai simbol perlindungan terhadap anak, khususnya kekerasan terhadap anak.

    Baca juga:

    Ketua KPAI Tasikmalaya Tampung Keluarga Korban Kekerasan ke Anak

    Kepala Bidang Perlindungan Hak-Hak Perempuan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DI Yogyakarta, Wati Marliawati menuturkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di DIY masih tinggi.

    Pada tahun 2016 misalnya, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat ada 1.280 kasus aduan. Sedangkan pada tahun 2015 aduan kekerasan terhadap anak dan perempuan berjumlah 1.328 aduan.

    Baca pula:

    Menteri PPPA Yohana Yambise Cemaskan Angka Kekerasan ke Anak Naik

    “Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi,” ujar Wati di Komplek Kantor Gubernur Kepatihan Selasa 1 Agustus 2017.

    Dari angka itu, Kota Yogya tercatat termasuk wilayah yang paling banyak terjadinya kasus kekerasan perempuan dan anak tersebut. Berdasarkan data BPPM DIY pada tahun 2016 lalu, angka kekerasan di Kota Yogya mencapai 508 aduan atau hanya turun sedikit dari tahun 2015 yang sebanyak 552 aduan.

    Sedangkan dari total keseluruhan kasus kekerasan terhadap peremuan dan anak se-DIY yang diadukan, sebanyak 600 aduan diselesaikan melalui pengadilan.

    Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di DIY meliputi berbagai jenis. Di perkotaan misalnya, kasus yang banyak terjadi seperti kasus kekerasan fisik. Sedangkan di wilayah lain, banyak terjadi kasus kekerasan seksual dan perkawinan anak. Secara umum di DIY ada tiga kasus besar, yakni kekerasan psikis, kekerasan fisik, dan kekerasan seksual.

    Kepala BPPM DIY Arida Oetami dalam deklarasi #Berlian pada Hari Anak Nasional ini juga akan dicanangkan sebuah wadah pengembangan yang berfokus pada anak untuk tingkat provinsi bernama Forum Anak Daerah (FAD).

    Melalui forum anak daerah itu diharapkan bisa menanamkan perilaku baik yang mengedepankan dialog pada anak sejak dini melalui berbagai kegiatan yang digagas bersama masyarakat. Dari forum ini ia berharap anak-anak bisa sejak dini diajarkan menyelesaikan masalahnya secara lebih dialogis dan tidak berujung pada kekerasan terhadap anak.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.