Mahfud MD: KPK Bisa Ikut Tim Pencari Fakta Kasus Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD usai mengunjungi Penyidik KPK Novel Baswedan di rumah sakit Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD usai mengunjungi Penyidik KPK Novel Baswedan di rumah sakit Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum tata negara Mahfud MD menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sah-sah saja ikut dalam Tim Investigasi Perkara Novel Baswedan yang digagas Kapolri. Sebab, kapasitas KPK tidak sampai ke tahap penyidikan. 

    "Kan bisa saja, tim itu kan mencari faktanya bukan mengadili kasusnya. Kalau kasusnya, nanti Polri sepenuhnya yang menangani," ujar Mahfud MD di sela acara penghargaan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Selasa, 1 Agustus 2017.

    Baca: Ada Tiga Sketsa Wajah Penyerang Novel Baswedan

    Sebelumnya, Kapolri merencanakan pembentukan Tim Investigasi Perkara Novel Baswedan yang merupakan gabungan aparat penegak hukum dari KPK dan Polri. Tujuannya, untuk menyelesaikan perkara penyerangan Novel sesegera mungkin.

    Namun, tim yang dibantah Kapolri sebagai tim pencari fakta itu sempat dipertanyakan. Sebabnya, tim tersebut menangani perkara pidana umum, sementara kapasitas KPK adalah menangani pidana khusus.

    Simak: Polisi Selesaikan Sketsa Wajah Penyerang Novel Baswedan

    Mahfud menjelaskan, KPK bisa ikut terlibat dalam tim investigasi bentukan Polri karena lembaga antirasuah itu hanya akan ikut menyelidiki. Jika KPK ikut menyidik, kata Mahfud, baru hal itu tidak bisa karena kapasitas KPK hanya menyidik pidana khusus.

    Tim gabungan itu sendiri, menurut Mahfud, menarik untuk diwujudkan mengingat perkara Novel tak kunjung menemukan titik terang. Harapannya, perkara Novel bisa segera usai. "Bagus saya kira," ujar Mahfud MD.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.