Telegram Diblokir, Pavel Durov Bertemu Rudiantara Membahas...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bertemu dengan CEO Telegram, Pavel Duvov. twitter.com/rudiantara_id

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bertemu dengan CEO Telegram, Pavel Duvov. twitter.com/rudiantara_id

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bertemu CEO Telegram, Pavel Durov untuk membahas isu pemblokiran aplikasi Telegram di Indonesia. Pertemuan tersebut akan membahas mengenai standard operating procedure (SOP) yang akan dirumuskan jika Telegram dapat kembali diakses. 

    "Saya habis makan siang dengan Mr. Durov, nanti kita akan bahas SOP soal Telegram di Indonesia bagaimana," kata Rudiantara di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Agustus 2017. 

    Baca juga:

    Kisruh Blokir Telegram, Begini Masukan Teknis dari Pemerintah  

    Dalam akun Twitter Kominfo, Rudiantara dan Pavel terlihat sedang makan siang bersama sebelum rapat yang direncanakan pukul 13.30, siang ini. 
     
    Pavel juga sempat mengciut di akun Twitter-nya "lagi di Jakarta untuk bertemu bersama tim lokal untuk mencari cara menghentikan propaganda ISIS secara efisien," Selasa siang, tercatat pukul 13.50. 
     
    Pada Juli lalu, aplikasi Telegram diblokir karena digunakan sebagai sarana komunikasi jaringan teroris. Pemerintah ingin diberikan akses untuk menyusuri konten yang mengandung terorisme dan radikalisme. Namun sampai sekarang, CEO Telegram belum memberikan akses tersebut. 

    Baca pula:

    Kominfo Sebut Telegram Harus Terapkan Filter Otomatis dan SOP

    Kapolri Jendral Tito Karnavian juga sempat menjelaskan alasan mengapa Telegram diblokir dalam rapat bersama Komisi III DPR bulan Juli lalu. 
     
    Menurut Kapolri Tito Karnavian, Telegram menggunakan end-to-end encryption dan mampu membuat sebuah group dengan anggota sebesar sepuluh ribu tanpa ada identitas yang diperlukan. Selain itu, admin dari group tersebut juga tidak terdeteksi. 
     
    PUTRI THALIAH   I   S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.