Hadapi Pilpres 2019, Begini Rencana Formula Koalisi Gerindra

Reporter

Editor

Elik Susanto

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menggelar tadarus puisi Ramadan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila di Taman Ismail Marzuki, 1 Juni 2017. Tempo/Danang Firmanto

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra tak hanya menjajaki peluang berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk menghadapi Pilpres 2019 menghadapi koalisi partai pendukung Presiden Joko Widodo yang kemungkinan besar mencalonkan Jokowi kembali. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, memastikan mereka juga akan berupaya merangkul partai-partai lain, terutama Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. “Koalisi berempat akan lebih kuat,” kata Fadli Zon, Kamis, 27 Juli 2017.

Menurut Fadli, setelah Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (UU Pemilu) disahkan pada Jumat pekan lalu, 23 Juli 2017, Gerindra mulai menyusun formula koalisi untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold)—20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014. “Perhitungannya dengan PAN dan PKS sudah cukup, dengan Demokrat apalagi,” katanya.

Baca: Pengamat: Prabowo - SBY Bertemu, Peta Politik 2014 Berulang

Pada pemilu lalu, Gerindra hanya memperoleh 11,81 persen suara dan menguasai 13,04 persen dari 560 kursi parlemen. Sedangkan Demokrat mendapat 10,19 persen suara dan 10,89 persen kursi. Jika ditambah dengan suara PKS dan PAN—yang kini berada di barisan partai pemerintah—empat partai ini punya modal 39,64 persen kursi DPR dan 36,38 persen suara.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan bertemu dengan pemimpin partai lain pekan ini. Dia menilai dalam aturan presidential threshold ini masih terbuka kemungkinan muncul empat calon presiden. Apalagi, dia mengingatkan, pasal tersebut bisa dibatalkan lewat gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. “Tidak hanya PAN dan PKS, melainkan silaturahmi ke semua partai,” ucap Muzani.

BACA: Prabowo Sebut Presidential Threshold Lelucon Politik

Ketua Umum PKS Sohibul Iman menyatakan dukungannya pada rencana pembentukan koalisi empat partai. Menurut dia, Gerindra, Demokrat, dan PAN sejak awal satu visi dengan PKS dalam menolak penghapusan presidential threshold. “Kami sejalan dalam membahas beberapa isu,” kata Sohibul.

Adapun PAN, yang kini nasibnya terancam di barisan partai pendukung pemerintah, menilai terlalu dini bagi mereka untuk membicarakan koalisi Pemilu 2019. Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno, mengatakan hingga kini partainya tetap berkomitmen mendukung pemerintah Presiden Jokowi. “Kami bekerja saja,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting, Djayadi Hanan, menilai peta Pilpres 2019 cenderung mengarah ke Jokowi dan lawan Jokowi. “Elektabilitas Jokowi masih tertinggi,” kata dia.

NINIS CHAIRUNNISA | VINDRY FLORENTIN | AVIT HIDAYAT | INDRI MAULIDAR






Fadil Zon Kenang Ferry Mursyidan Baldan Sosok Yang Cerdas

4 hari lalu

Fadil Zon Kenang Ferry Mursyidan Baldan Sosok Yang Cerdas

Fadli Zon mendatangi rumah duka mengenang sosok Ferry Mursyidan Baldan sebagai orang yang cerdas dan baik.


Polarisasi di Masyarakat Masih Terjadi, NasDem Sebut Rekonsiliasi usai Pilpres 2019 Gagal

22 hari lalu

Polarisasi di Masyarakat Masih Terjadi, NasDem Sebut Rekonsiliasi usai Pilpres 2019 Gagal

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menyebut polarisasi di masyarakat imbas Pilpres 2019 masih ada dan dikhawatirkan berlanjut


Bertemu Jokowi di Kamboja, Fadli Zon: Terima Kasih Dukungan untuk Pak Prabowo

27 hari lalu

Bertemu Jokowi di Kamboja, Fadli Zon: Terima Kasih Dukungan untuk Pak Prabowo

Fadli Zon mengunggah foto dirinya bersama Jokowi dengan memberikan komentar ucapan terima kasih karena sudah memberikan dukungan kepada Prabowo.


Hillary Brigitta Lasut Laporkan Mamat Alkatiri, Ahli: Penghinaan Tapi Bukan Pencemaran Nama

8 Oktober 2022

Hillary Brigitta Lasut Laporkan Mamat Alkatiri, Ahli: Penghinaan Tapi Bukan Pencemaran Nama

Pengajar Linguistik Forensik Universitas Negeri Jakarta Krisanjaya berkomentar soal laporan Hillary Brigitta Lasut pada komedian Mamat Alkatiri.


Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

7 Oktober 2022

Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

"Di tahun 2018 saya ditawari untuk ikut pilpres, sebagai wakil. Bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres," kata Anies Baswedan


Fadli Zon Sebut Gas Air Mata Kunci Tragedi Kanjuruhan

5 Oktober 2022

Fadli Zon Sebut Gas Air Mata Kunci Tragedi Kanjuruhan

Anggota DPR Fadli Zon berharap segera ada pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan.


Fadli Zon Bela Mamat Alkatiri yang Dipolisikan Anggota DPR Hillary Brigitta Lasut

5 Oktober 2022

Fadli Zon Bela Mamat Alkatiri yang Dipolisikan Anggota DPR Hillary Brigitta Lasut

Fadli Zon membela komika Mohammed Yusran Farid Alkatiri alias Mamat Alkatiri yang dilaporkan ke polisi oleh anggota DPR Hillary Brigitta Lasut


MK Tolak Gugatan PKS Soal Presidential Threshold 20 Persen, Ini Penjelasan Ambang Batas Pemilu 2024

2 Oktober 2022

MK Tolak Gugatan PKS Soal Presidential Threshold 20 Persen, Ini Penjelasan Ambang Batas Pemilu 2024

Presidential threshold mengatur ambang batas perolehan suara jika ingin mengajukan capres dan cawapres. MK tolak gugatan PKS soal ambang batas.


Ketentuan Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Persempit Demokrasi

1 Oktober 2022

Ketentuan Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Persempit Demokrasi

Selain ke MK, upaya mengubah ketentuan presidential threshold dinilai mesti melalui komunikasi dengan pimpinan partai politik.


PKB dan Gerindra Sama-sama Usung Ketum Jadi Capres, Fadli Zon Bicara Elektabilitas

1 Oktober 2022

PKB dan Gerindra Sama-sama Usung Ketum Jadi Capres, Fadli Zon Bicara Elektabilitas

PKB berkukuh mengusung Cak Imin sebagai capres 2024. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menyebut keputusan ini merupakan mandat dari muktamar.