Digadang Maju Pilgub Jawa Timur, Khofifah Sebut Tunggu Waktunya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membacakan surat Kartini pada acara

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membacakan surat Kartini pada acara "Panggung Para Perempuan Kartini" di Museum Bank Indonesia, Kota, Jakarta, 11 April 2017. Kegiatan istimewa ini digelar TEMPO dalam memperingati Hari Kartini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tak mau banyak berkomentar soal kemungkinan dirinya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilgub Jatim) pada 2018 mendatang. Khofifah hanya mengatakan bahwa saat ini masih ingin fokus menjalankan tugas sebagai menteri.

    "Saya akan memaksimalkan tugas saya di Kementerian Sosial," kata Khofifah di Gedung Konvensi, Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta, Ahad, 16 Juli 2017. Meskipun begitu, ia tak menutup kemungkinan dirinya maju dalam Pilkada Jatim 2018. ”Nanti kita tunggu waktu," kata dia.

    Baca : Survei Pilgub Jatim Saifullah Yusuf Ungguli Khofifah dan Risma

    Nama Khofifah mengemuka menjelang tahapan Pilkada 2018 di Jawa Timur. Nama Khofifah bersaing dengan sejumlah nama lain seperti Syaifulah Yusuf dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sejumlah partai seperti NasDem dan Golkar pun mulai melirik Khofifah sebagai calon yang diusung.

    Terakhir, Lembaga Survei Surabaya Survey Center (SSC) pada Rabu 12 Juli 2017 lalu merilis hasil survei elektabilitas, popularitas, dan akseptabilitas kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk Pilkada Jawa Timur 2018.

    Hasil survei tersebut menunjukkan elektabilitas bakal calon gubernur Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul tertinggi menjelang Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur dengan raihan 26,6 persen dukungan.

    "Gus Ipul tertinggi di elektabilitas dibandingkan kandidat-kandidat lainnya," ujar Direktur SSC Mochtar W Oetomo di sela rilis hasil survei kontestasi Cagub-Cawagub Jatim di Surabaya, Rabu, 12 Juli 2017 seperti dikutip ANTARA.

    Mochtar menjelaskan, elektabilitas merupakan tingkat keterpilihan atau kandidat yang paling berpeluang untuk dipilih pada Pilkada yang dijadwalkan berlangsung 27 Juni 2018.

    Di bawah Gus Ipul adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan 24,1 persen dukungan, kemudian disusul Khofifah Indar Parawansa 16,8 persen dukungan, Abdullah Azwar Anas 5,5 persen dukungan dan diikuti La Nyalla Mattalitti dengan 4,4 persen dukungan.

    Simak pula : Alasan NasDem Pertimbangkan Khofifah Maju Pilgub Jawa Timur

    Dari sisi akseptabilitas atau paling disukai, Tri Rismaharini memimpin dengan 75,8 persen dukungan, kemudian Gus Ipul dengan 75,5 persen dukungan dan Khofifah Indar Parawansa dengan 67,9 persen dukungan, serta Mahfud MD dengan 39 persen dukungan.

    Khofifah pun mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pimpinan partai politik. “Mereka sebagian besar, saya berkawan cukup lama," kata Khofifah. Beberapa pimpinan partai politik tersebut di antaranya, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Oedang, Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

    ARKHELAUS W | ANTARA | DWI A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.