Pelaku Teror di Masjid Falatehan Penjual Parfum di Pasar Roxy

Reporter

Lokasi penusukan dua anggota Brimob oleh seorang pria tak dikenal di Masjid Falatehan, Jakarta, 30 Juni 2017. Div Humas Polri

TEMPO.CO, Jakarta - Teror di Mabes Polri, tepatnya di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Juni 2017 menyebut Mulyadi, pelaku serangan diduga anggota jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD).  Dan, mengenai identitas pelaku, juru bicara Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengungkapkan, “Kami sedang tes DNA pelaku, tapi 75-80 persen itu sudah Mulyadi,” ujar Setyo Wasisto.

Berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP)  yang ditemukan di tubuh penyerang aksi teror di Masjid Falatehan itu, ia adalah warga Cikarang Selatan, Bekasi. Ketika polisi melakukan pengecekan, alamat yang tertulis di KTP itu adalah kediaman kakak dan kakak ipar Mulyadi.

Baca juga:

Teror di Mabes Polri, Rumah Mulyadi Empang Digerebek Polisi

Polisi pun  telah memeriksa sejumlah saksi lainnya, termasuk sejumlah kawan pelaku. Menurut penuturan sejumlah saksi, Mulyadi kerap berinteraksi dengan kelompok radikal melalui media sosial. Ia juga sering menyampaikan kepada kawan-kawannya ihwal keberpihakannya pada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Dia bilang ISIS serta khilafah itu ajaran paling benar,” kata Setyo Wasisto

Sehari-hari, Mulyadi bekerja sebagai penjual parfum di Pasar Roxy, Bekasi. Menurut penuturan para pedagang di sana kepada Tempo, Mulyadi adalah sosok yang pendiam. Dua hari sebelum penyerangan itu, Mulyadi menginap di rumah temannya di Jakarta Selatan.

Baca pula:

Teror di Mabes Polri, Marbot Masjid Sempat Tak Tahu Ada Penusukan

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal, Mochamad Iriawan, mengatakan polisi masih menelisik detail hubungan Mulyadi dengan JAD, termasuk siapa yang merekrut dan bagaimana Mulyadi direkrut sebagai teroris. “Tim sedang bekerja,” ujarnya.

Pengamat terorisme, Muhammad Jibriel Abdul Rahman, mengatakan pola serangan terhadap polisi merupakan instruksi dan strategi dari ISIS. Adapun JAD telah lama berafiliasi dengan ISIS. “Aksi di Falatehan yang dekat Mabes Polri itu bisa berarti pesan bahwa suatu saat mereka bisa menyerang polisi di mana saja,” ujarnya.

Baca pula:

Polri: Pelaku Teror di Masjid Falatehan Anggap ISIS Baik

Ketika melakukan penyerangan, Jibril melanjutkan, para pelaku teror seperti di Masjid Falatehan itu biasanya bergerak seorang diri atau dalam kelompok kecil yang tidak terkoordinasi langsung oleh pemimpin ISIS. Hal itulah yang menyebabkan rencana aksi teror mereka lebih susah terdeteksi. “Polisi akan sangat sulit menebak niat mereka,” ujarnya

HUSSEIN ABRI DONGORAN

Video Terkait:
Aksi Teror di Mabes Polri, 2 Anggota Brimob Ditusuk usai Salat Isya







Polri Distribusikan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur Pakai Trail

3 jam lalu

Polri Distribusikan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur Pakai Trail

Polri bersama masyarakat serta komunitas motor trail saat ini berupaya mengirimkan bantuan korban gempa Cianjur ke daerah pelosok yang sulit dijangkau


Polri Turunkan Drone Cari Lokasi Pengungsian Korban Gempa Cianjur yang Masih Terisolasi

6 jam lalu

Polri Turunkan Drone Cari Lokasi Pengungsian Korban Gempa Cianjur yang Masih Terisolasi

Rantau menjelaskan tim khusus dibekali drone untuk mencari dan mendeteksi kemungkinan lokasi pengungsian korban gempa Cianjur yang masih terisolasi


Gratis Buat Laporan Polisi, Laporkan ke Propam Polri Jika Ada Petugas Minta Bayaran

7 jam lalu

Gratis Buat Laporan Polisi, Laporkan ke Propam Polri Jika Ada Petugas Minta Bayaran

Laporan polisi tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika terdapat petugas yang meminta bayaran, Anda dapat melaporkan ke Propam Polri.


DVI Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Gempa Cianjur: Jasad Rusak hingga Peralatan Terbatas

9 jam lalu

DVI Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Gempa Cianjur: Jasad Rusak hingga Peralatan Terbatas

DVI Polri mengungkapkan beberapa kesulitan yang mereka hadapi selama mengidentifikasi jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat.


Mantan Wakapolri Bagikan Resep Perbaikan Institusi Polri

11 jam lalu

Mantan Wakapolri Bagikan Resep Perbaikan Institusi Polri

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memperketat penyaringan calon anggota Polri.


Anjing Pelacak Polri Temukan Dua Jenazah Korban Gempa Cianjur

2 hari lalu

Anjing Pelacak Polri Temukan Dua Jenazah Korban Gempa Cianjur

Daerah Cugenang merupakan wilayah terdampak paling parah usai longsor dan gempa Cianjur. Sejumlah warga masih dikabarkan hilang di sana.


Polri: Hanya 18 Objek Vital Industri Hulu Migas yang Kantongi Sertifikat Keamanan

2 hari lalu

Polri: Hanya 18 Objek Vital Industri Hulu Migas yang Kantongi Sertifikat Keamanan

saat ini masih ada 74 objek vital nasional untuk kegiatan usaha hulu migas yang belum mengantongi sertifikat manajemen keamanan.


Gempa Cianjur, Anjing K9 Polri Endus Lokasi Korban Tertimbun Longsor

2 hari lalu

Gempa Cianjur, Anjing K9 Polri Endus Lokasi Korban Tertimbun Longsor

Sepuluh ekor anjing K9 dikerahkan Direktorat Polisi Satwa, Badan Pemelihara Keamanan, Polri, ke Cugenang, daerah terdampak parah gempa Cianjur.


Polri Gunakan Helikopter untuk Jangkau Lokasi Terisolir Korban Gempa Cianjur

2 hari lalu

Polri Gunakan Helikopter untuk Jangkau Lokasi Terisolir Korban Gempa Cianjur

Barang yang dibagikan ke korban gempa Cianjur itu adalah popmie 40 box, air mineral 10 box, terpal 11 pack, biskuit 200 pack, dan selimut 50 box.


Pagi Ini, Pemerintah Kirimkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur Gunakan Helikopter

3 hari lalu

Pagi Ini, Pemerintah Kirimkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur Gunakan Helikopter

Pemerintah terus mengirimkan bantuan kepada korban gempa Cianjur terutama daerah-daerah yang belum menerima bantuan.