Polisi Dalami Teror di Mabes Polri dengan Jaringan Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memperlihatkan foto barang-barang korban perampokan Pulomas saat memberi keterangan pers di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, 28 Desember 2016. Dua pelaku yang berhasil diamankan yaitu Ramlan Butarbutar alias Pincang dan Erwin Situmorang, satu di antaranya dinyatakan tewas dalam penangkapan. ANTARA FOTO

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memperlihatkan foto barang-barang korban perampokan Pulomas saat memberi keterangan pers di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, 28 Desember 2016. Dua pelaku yang berhasil diamankan yaitu Ramlan Butarbutar alias Pincang dan Erwin Situmorang, satu di antaranya dinyatakan tewas dalam penangkapan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menyatakan belum bisa memastikan keterkaitan pelaku teror di Mabes Polri dan penusukan dua anggota Brigade Mobil dengan jaringan teroris, termasuk jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Nur Solihin yang ditangkap Desember lalu.

    "Kami belum bisa menjelaskan. Nanti setelah kami lakukan pendalaman. Saat ini, tim sedang bekerja. Polda Metro Jaya dan Densus secara bersama-sama mendalami," kata Iriawan di sekitar Masjid Falatehan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Juni 2017, terkait dengan teror di Mabes Polri.

    Baca juga:
    Teror di Mabes Polri: Pelaku Tinggalkan Sepeda Motor?

    Saat ditanya mengenai keterkaitan pelaku dengan penyerangan di Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada Ahad lalu, Iriawan pun menuturkan polisi belum dapat memastikannya. "Seperti yang telah saya sampaikan tadi, kami belum bisa memastikan," tuturnya.

    Yang terpenting, menurut Iriawan, penanganan terhadap dua korban penyerangan tersebut sudah dilakukan. "Pelaku juga sudah ada. Identitas juga akan didalami, termasuk motor. Baru kami akan melakukan kegiatan berikutnya," ujar Iriawan.

    Baca pula:
    Teror di Mabes Polri, Pelaku Sempat Berteriak Thogut dan Kafir

    Jumat petang lalu, sekitar pukul 19.40, serangan teror terjadi di lingkungan Masjid Falatehan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dua anggota Brigade Mobil menjadi korban penyerangan tersebut. Sebelum ditembak, pelaku sempat menantang petugas kepolisian.

    Kepala Biro Penerangan Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan pelaku menyerang dua korban yang baru selesai melaksanakan salat isya. "Pelaku yang juga ikut salat tiba-tiba berteriak dan menikam dua anggota yang berada di sebelahnya," kata Rikwanto.

    Silakan baca:
    Korban Teror di Mabes Polri Dipindahkan ke RS Polri

    Setelah menikam dua anggota Brigade Mobil, pelaku mengancam jemaah lain menggunakan pisau. Kemudian berlari ke arah Terminal Blok M. "Sempat diberi tembakan peringatan, tapi pelaku malah menantang sehingga terpaksa dilumpuhkan," ujarnya.

    Saat ini, kedua korban teror di Mabes Polri dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Polri untuk pengobatan lebih lanjut. Mereka adalah Ajun Komisaris Dede Suhatmi dan Brigadir Satu Syaiful Bakhtiar. Adapun pelaku teror yang diduga tewas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI | INGE KLARA SAFITRI

    Video Terkait:
    Aksi Teror di Mabes Polri, 2 Anggota Brimob Ditusuk usai Salat Isya




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.