Alasan Wapres JK Ingin Presidential Threshold Tetap 20 Persen

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan angka presidential threshold dalam Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) semestinya tidak berubah lagi. Dalam dua kali pemilu, presidential threshhold ditetapkan sebesar 20 persen.

"Indonesia dalam posisi ndak usah diubahlah. Kan sudah dua kali pemilu juga berlangsung baik. Jadi kenapa harus diubah lagi. Itu posisi pemerintah di situ," kata Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 15 Juni 2017.

Baca :
Ada 4 Paket untuk Putuskan 5 Isu Krusial di RUU Pemilu

Pembahasan RUU Pemilu Alot, Mendagri Berharap Ada yang Mengalah

Menurut Kalla, penetapan presidential threshold (PT) 20 persen atau ambang batas suara bagi partai politik yang bisa mengajukan calon presiden, adalah untuk menjaga kualitas pemilu. Karena itu, dia menyarankan agar ketentuan PT tidak diubah lagi dalam RUU Pemilu yang sedang dalam pembahasan antara DPR dan pemerintah. "Sudah dua kali berlangsung pemilu dengan cara itu, kok, kenapa mesti diubah lagi," kata Kalla.

Meski begitu Kalla mengatakan wajar jika pembahasan PT berjalan alot. Keinginan itu menunjukan kepentingan partai politik masing-masing.

Partai politik yang kecil ingin agar PT dibuat rendah, sementara partai besar tidak masalah dengan PT besar. Perdebatan dianggap wajar sebagai proses politik. "Biar proses di DPR. Ini kan proses politik," kata JK lagi.

Pembahasan RUU Pemilu antara DPR dan pemerintah mengalami deadlock. Sejumlah permasalahan krusial belum mencapai kesepakatan, diantaranya soal PT. Meski deadlock, Kalla meyakini pada saatnya pembahasan RUU tersebut akan tuntas. "Ya habis lebaran lah. Biasalah politik kan," demikian Kalla.

AMIRULLAH SUHADA






Ferry Mursyidan Baldan Wafat, JK: Baktinya Banyak untuk Bangsa dan Negara

5 hari lalu

Ferry Mursyidan Baldan Wafat, JK: Baktinya Banyak untuk Bangsa dan Negara

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan pekan lalu sempat menghadiri acara KAHMI di Palu bersama Jusuf Kalla.


Ferry Mursyidan Baldan Wafat, Jokowi: Dunia Perpolitikan Kehilangan Tokoh yang Baik

5 hari lalu

Ferry Mursyidan Baldan Wafat, Jokowi: Dunia Perpolitikan Kehilangan Tokoh yang Baik

Jokowi mengenang Ferry Mursyidan Baldan sebagai sosok yang sangat baik dan bisa berkomunikasi dengan siapa pun.


Acara Makan Malam KTT G20 Bikin Megawati dan SBY Duduk Satu Meja

22 hari lalu

Acara Makan Malam KTT G20 Bikin Megawati dan SBY Duduk Satu Meja

Megawati dan SBY turut hadir di acara jamuan makan malam KTT G20 di Bali bersama mantan presiden dan wakil presiden RI lainnya


Deretan Wakil Presiden Indonesia Era Reformasi

22 hari lalu

Deretan Wakil Presiden Indonesia Era Reformasi

Dalam sistem tata negara Indonesia, peran wakil presiden tidak dapat dikesampingkan.


Agar Inovasi Bisa Dikomersialkan, JK Usul Mahasiswa Teknik Dapat Mata Kuliah Bisnis Satu Semester

24 hari lalu

Agar Inovasi Bisa Dikomersialkan, JK Usul Mahasiswa Teknik Dapat Mata Kuliah Bisnis Satu Semester

JK meminta perguruan tinggi memperkuat kolaborasi antara penelitian dan bisnis yang lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Pesantren Darunnajah Kini Punya Universitas, Jusuf Kalla Apresiasi Ada Fakultas Bisnis

30 hari lalu

Pesantren Darunnajah Kini Punya Universitas, Jusuf Kalla Apresiasi Ada Fakultas Bisnis

Universitas Darunnajah mempunyai tiga fakultas, yakni FAI, Fakultas Bisnis dan Fakultas Sains dan Teknologi.


Dua Tahun Terhenti, UGM Gelar Lagi Anugerah HB IX Award pada Desember 2022

37 hari lalu

Dua Tahun Terhenti, UGM Gelar Lagi Anugerah HB IX Award pada Desember 2022

UGM memastikan kembali menggelar Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX Award saat dies natalis ke-73.


Luhut Bantah Klaim JK soal Pekerja Smelter Nikel dari Cina

39 hari lalu

Luhut Bantah Klaim JK soal Pekerja Smelter Nikel dari Cina

Menurut Luhut, saat awak smelter berdiri memang banyak pekerja Cina yang dipekerjakan.


Tanggapi Jusuf Kalla soal Cawapres Anies Baswedan, Andi Arief: Elektabilitas dan Popularitas itu Penting

39 hari lalu

Tanggapi Jusuf Kalla soal Cawapres Anies Baswedan, Andi Arief: Elektabilitas dan Popularitas itu Penting

Andi Arief menilai elektabilitas cawapres penting untuk mendorong Anies Baswedan memenangkan Pilpres 2024.


Dekat dengan Anies Baswedan hingga Prabowo, Jusuf Kalla Ungkap 3 Kriteria Calon Pemimpin Indonesia

39 hari lalu

Dekat dengan Anies Baswedan hingga Prabowo, Jusuf Kalla Ungkap 3 Kriteria Calon Pemimpin Indonesia

Jusuf Kalla enggan menyatakan dukungan kepada calon presiden meskipun mengaku dekat dengan Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Puan Maharani.