Jaksa Agung Ingin KPK Usut Tuntas Keterlibatan Jaksa di Bengkulu  

Reporter

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mendekati wartawan usai salat Jumat berjamaah di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, 9 Juni 2017. Dia juga memberi pernyataan soal operasi tangkap tangan terhadap jaksa di Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Tempo/Rezki Alvionitasari.

TEMPO.CO, Jakarta - Begitu mendapat kabar salah satu jaksa intel di Kejaksaan Tinggi Bengkulu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah satu jaksa di Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo langsung menelepon salah satu pimpinan KPK. Prasetyo menanyakan soal kasus yang menyebabkan bawahannya itu ditangkap.

Prasetyo juga telah memerintahkan Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk berkomunikasi dengan KPK. Ia juga menyuruhnya agar memberikan apa saja yang diperlukan KPK dari Kejaksaan. "Saya persilakan mereka (KPK) untuk mengungkapkan secara tuntas siapa pun yang terlibat," kata Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Juni 2017.

Baca: Tangkap Intel Kejati Bengkulu, KPK Usut Keterlibatan Jaksa Lain  

Ia mengatakan Kejaksaan juga membutuhkan informasi mengenai masalah yang membuat jaksa itu ditangkap. "Ini bentuk tanggung jawab kami berkenaan dengan anggota kami. Tapi bukan berarti kami melindungi, menghalang-halangi, apalagi mencegah dan membela," ujarnya. "Yang salah biar dinyatakan bersalah. Konsekuensi ini adalah risiko dari yang bersangkutan." Selama ini, ia mengaku telah mengingatkan para anggotanya untuk tidak main-main.

KPK menangkap Kepala Seksi Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Parlin Purba, bersama dua orang yaitu Pejabat Pembuat Komitmen proyek irigasi di BWWS Bengkulu, Amin Anwari, serta Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto, Murni Suhardi di sebuah restoran di Bengkulu pada Jumat dinihari, 9 Juni 2017.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu, KPK mengamankan uang Rp 10 juta. Diduga Parlin sebelumnya telah menerima Rp 150 juta dari Amin Anwari untuk mengaburkan perkara.

Baca: OTT di Bengkulu, KPK Sita Uang Rp 10 Juta

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Parlin tengah melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan atas pelaksanaan proyek irigasi tahun 2015-2016 di BWSS VII. Pengumpulan data dilakukan sebelum Kejaksaan melakukan penyelidikan dalam proyek yang diduga bermasalah itu.

Prasetyo juga mengecek ke Kajati Bengkulu. "Menurut keterangan Kajatinya bahkan mereka tidak pernah menangani kasus itu," ujar Prasetyo. "Apakah penanganan dilakukan secara liar, secara personal oleh mereka, kemudian terjadi kongkalikong antara si pemilik proyek dengan oknum jaksa itu, ya itu yang sedang didalami."

KPK kemudian menetapkan Jaksa Intel Kajati Bengkulu Parlin Purba dan dua orang yang ditangkap bersamanya itu sebagai tersangka pada Jumat malam, 9 Juni 2017.

Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan, Widyo Pramono, mengatakan Kejaksaan akan memecat Parlin setelah melakukan pemeriksaan pelanggaran disiplin. Pengawasan, katanya, terus dilakukan meski jaksa-jaksa di sejumlah daerah terus melawan hukum. “Malu, aparat penegak hukum malah melakukan perbuatan melanggar hukum,” kata Widyo saat konferensi pers bersama KPK.

REZKI ALVIONITASARI | INDRI MAULIDAR

Video Terkait:
OTT Kejati Bengkulu, Jaksa Parlin Purba Terancam Dipecat








KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

1 jam lalu

KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

Dodi Reza Alex divonis 6 tahun penjara. Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan kemudian mengurangi hukuman itu menjadi 4 tahun saja.


KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

7 jam lalu

KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

KPK menduga ada anggota DPR periode 2009-2014 dan pihak lainnya yang menerima suap Rp 100 miliar.


KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

7 jam lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

9 jam lalu

KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

KPK mencegah 2 orang dalam kasus korupsi Garuda Indonesia. Kasus yang pernah menyeret Emirsyah Satar ke balik jeruji.


KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

10 jam lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

Istri dan anak Lukas Enembe dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi kepada Gubernur Papua itu.


KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

1 hari lalu

KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK menahan tersangka kedelapan dalam kasus suap pengurusan perkara yang menyeret hakim agung nonaktif Sudrajad Dimyati.


KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

KPK belum berhasil memeriksa Lukas Enembe. Lukas beralasan sakit.


Periksa Pramugari, KPK Telisik Private Jet Lukas Enembe

1 hari lalu

Periksa Pramugari, KPK Telisik Private Jet Lukas Enembe

KPK memeriksa seorang pramugari RDG Airlines Tamara Anggraeny di kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe pada Senin, 3 Oktober 2022


Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

1 hari lalu

Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

"Saat ini posisi Gubernur Anies masih dalam proses pemeriksaan di KPK," kata politikus PDIP Gilbert Simanjuntak


Tokoh Adat Minta MRP dan DPR Papua Bantu KPK untuk Bisa Periksa Lukas Enembe

1 hari lalu

Tokoh Adat Minta MRP dan DPR Papua Bantu KPK untuk Bisa Periksa Lukas Enembe

Tokoh Adat minta MRP dan DPR Papua melakukan pendekatan dengan tetua adat dari gunung agar pemeriksaan Lukas Enembe bisa segera dilakukan oleh KPK.