BPK Temukan Kerugian Minimal Rp 60 Miliar Pengadaan Tanah Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Andika Wahyu

    ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK menyerahkan laporan hasil pemeriksa keuangan investigatif terhadap pelepasan tanah PD Pembangunan Kota Cirebon. BPK menemukan indikasi kerugian daerah minimal Rp 21,622 miliar.

    "Pemeriksaan investigatif ini merupakan permintaan dari Bareskrim Polri," kata Auditor Utama Investigasi BPK I Nyoman Wara di kantornya, Jakarta, Senin, 5 Juni 2017.

    Baca juga:
    BPK Setor Laporan Kerugian Negara Dua Kasus Pertamina ke Kejagung

    Ia menjelaskan laporan hasil pemeriksaan investigatif ini atas pelepasan tanah di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat. Penyerahan audit dilakukan Nyoman kepada Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ahmad Wiyagus.

    Selain itu, BPK menyerahkan laporan hasil investigasi atas belanja modal tanah berupa pembayaran ganti rugi tanah/bangunan/tanaman kepada pihak ketiga, Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang, dan Pemukiman Pemerintahan Sumatera Barat, tahun anggaran 2011-2016.

    Baca pula:
    BPK Soroti Soal Kompensasi KLB yang Tak Dibahas dengan DPRD DKI

    Nyoman mengatakan pihaknya menemukan indikasi kerugian daerah minimal Rp 47,078 miliar. "Pemeriksaan investigatif ini merupakan permintaan dari Bareskrim," ujar Nyoman.

    Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ahmad Wiyagus mengakui pihaknya meminta audit investigatif dalam kasus yang baru memasuki tahap penyelidikan. "Kami lakukan dalam bentuk joint investigation karena kami tidak mungkin bisa sendiri mengusut dugaan korupsi," ucapnya.

    Menurut dia, BPK berperan penting dalam menghitung indikasi kerugian negara. Ia mengatakan investigasi bersama ini bukan yang pertama. "Masih banyak kasus yang lain yang ditangani, tapi ini khusus untuk investigasi terkait dengan pengadaan tanah di Cirebon dan Sumatera Barat," tuturnya.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.