Lerai Keributan, Polisi Antinarkoba Medan Tewas Dikeroyok Massa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. (Unay Sunardi)

    Ilustrasi. (Unay Sunardi)

    TEMPO.CO, Medan – Anggota Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Medan Brigadir Kepala Jakamal Tarigan tewas dikeroyok sekelompok orang di atas lahan tanah garapan milik PT Perkebunan Nusantara II di Pasar IV, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat malam, 2 Juni 2017, sekitar pukul 22.30 WIB.

    Menurut penjelasan resmi Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Jakamal Tarigan tewas saat melerai pertikaian dua kelompok massa di Jalan Serba Guna Ujung Pasar IV, Labuhan Deli. Lokasi tersebut adalah lahan eks hak guna usaha PTPN II.

    Baca: Kisah Briptu Anumerta Gilang, Korban Teror Bom Kampung Melayu

    Peristiwa nahas itu bermula pada Jumat sekitar pukul 22.00 WIB, saat seorang warga Jalan Serba Guna Ujung Pasar IV, Desa Manunggal, yang belum diketahui identitasnya, melintas di daerah Pasar IV Garapan Gang Damar, Labuhan Deli, yang mayoritas berpenduduk Suku Nias.

    "Saat melintasi lokasi di sekitar warung tuak di Gang Damar tersebut terjadi pertengkaran antara orang tersebut dan beberapa orang warga dari Suku Nias. Namun pertengkaran tidak berlanjut dan berhenti setelah dilerai beberapa warga di sana," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting, Sabtu, 3 Juni 2017.

    Simak: Taruna Akpol Semarang Tewas, Polisi Tetapkan 14 Tersangka

    Tak disangka pertengkaran tersebut berbuntut panjang. Puluhan warga dari Suku Nias penduduk Pasar IV Garapan Gang Damar mendatangi warga Jalan Serba Guna Ujung Pasar IV dan menyerang warga di sana.

    "Saat keributan semakin memanas sekitar pukul 22.30 WIB, korban Bripka Jakamal Tarigan yang merupakan warga Jalan Serba Guna Ujung berusaha melerai," ujar Rina.

    Bukannya membubarkan diri, massa penyerang malah semakin beringas. "Bripka Jakamal Tarigan akhirnya melepaskan tembakan ke udara dengan menggunakan senjata api organik milik korban," tutur Rina.

    Lihat: Anggota Satpol PP Pembunuh Polisi di Makassar Divonis 4 Tahun

    Namun tembakan peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh warga penyerang. Mereka justru berbalik menyerang Jakamal. "Bripka Jakamal mengalami luka tusuk dan bacok di kepala, dada, perut, serta paha," ujar Rina.

    Setelah Jakamal tak berdaya, para penyerang meninggalkan lokasi dan membawa senjata api korban. "Tim gabungan Polres Belawan, Polrestabes Medan, dan Polda Sumut masih memburu pelaku penganiayaan Bripka Jakamal," ujar Rina.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.