Disebut Terima Dana Alkes, Amien Rais Akan Gelar Jumpa Pers Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Amien Rais berbicara kepada  wartawan mengenai teror penembakan mobil di rumahnya, Sleman, 6 November 2014. ANTARA/Regina Safri

    Politikus Amien Rais berbicara kepada wartawan mengenai teror penembakan mobil di rumahnya, Sleman, 6 November 2014. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Mantan Ketua Umum PAN, Amien Rais, mengaku telah membaca berita mengenai dirinya yang disebut menerima aliran dana korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan dalam sidang mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu, 31 Mei 2017. Ia ingin menjelaskan perkara tersebut secara utuh di rumahnya di Gandaria, Jakarta, Jumat, 2 Juni 2017.

    ”Saya baca dari beberapa informasi di media. KPK membuka kembali, katanya saya dapat aliran dana Rp 5 juta (jaksa menyebut Rp 600 juta). Dari 2003 sampai 2007. Apa pun ini saya terima dengan senang hati. Ini blessing in disguise (berkah tersembunyi),” kata Amien saat ditemui di rumahnya di Pandeansari, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Kamis, 1 Juni 2017.

    Baca: Di Sidang Siti Fadilah, Amien Rais Disebut Terima Dana Alkes

    Saat menyampaikan penjelasannya nanti, Amien justru akan memberikan data dugaan kasus korupsi kepada KPK. Kasus tersebut, kata dia, melibatkan dua tokoh besar di Indonesia yang sampai saat ini masih mengendap dan belum ditangani.

    Amien menolak memberikan penjelasan panjang karena tak ingin informasinya terpecah-pecah. Dia mengundang media cetak, elektronik, dari dalam dan luar negeri, untuk hadir dalam konferensi pers di rumahnya di Jakarta, besok pukul 10.00 WIB.

    Baca: Amien Rais Disebut Terima Dana Alkes, Jaksa Jelaskan Alurnya

    Dalam berkas tuntutan Siti Fadilah, jaksa menyebut ada uang yang mengalir ke rekening Amien Rais berjumlah Rp 600 juta. Transfer uang tersebut dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pada 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007. Tiap transaksi senilai Rp 100 juta.

    MUH. SYAIFULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.