Dukung Filipina Berantas ISIS, Setnov: Teroris Tak Punya Agama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto tiba di gedung Tipikor, Jakarta Pusat, 6 April 2017. Setya Novanto akan menjadi saksi dalam sidang kasus e-KTP. TEMPO/Maria Fransisca

    Setya Novanto tiba di gedung Tipikor, Jakarta Pusat, 6 April 2017. Setya Novanto akan menjadi saksi dalam sidang kasus e-KTP. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Setya Novanto menyatakan Indonesia mendukung upaya Filipina untuk memberantas kelompok teroris ISIS di negaranya. Menurut dia, terorisme musuh bersama seluruh bangsa di dunia.

    "Aksi teror bom di Kampung Melayu Jakarta, pekan lalu, adalah wujud aksi biadab kelompok teroris. Aksi ini jauh dari nilai-nilai keagamaan," katanya melalui pernyataan tertulisnya yang di Jakarta, Senin 29 Mei 2017.

    Setya Novanto mengatakan hal itu menanggapi dugaan kelompok teroris ISIS atau Daesh yang tengah membangun kekuatan di Asia Tenggara dengan basis di Filipina Selatan. Ketua Umum Partai Golkar itu mengimbau masyarakat agar tidak mengait-ngaitkan aksi teror yang tidak berprikemanusiaan itu dengan agama. (Baca: Teror ISIS di Marawi, Kemlu: WNI di Filipina dalam Keadaan Baik)

    Ia menjelaskan agama apapun selalu mengarahkan umatnya pada kehidupan damai dan harmonis. Sesuai dengan prinsip dan nilai, keagamaan menjadikan kedamaian dan toleransi sebagai tujuan hidup bersama.

    "Kekerasan bukanlah solusi dari suatu masalah. Kekerasan tak pernah menjadi pilihan sebuah agama. Jadi dapat disimpulkan terorisme tidak memiliki agama," tuturnya. (Baca: Wiranto: Pemerintah Antisipasi Larinya ISIS dari Filipina ke RI)

    Novanto juga menegaskan rakyat Indonesia tidak takut dan tidak dapat ditakut-takuti dengan aksi terorisme seperti itu. Dia menyatakan aparatur keamanan, yakni Polri, TNI, BIN khususnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), semakin siaga dan waspada 24 jam. Aparat keamanan, kata dia, selalu waspada, menjaga keamanan, dan memberikan rasa aman kepada msyarakat agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.

    "Saya sudah berbicara dan mendengar langsung keterangan Kepala BNPT yang memastikan BNPT siap melindungi seluruh bangsa dan negara ini dari ancaman terorisme," katanya.

    Novanto juga mengapresiasi pemerintahan Presiden Joko Widodo yang telah melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap masuknya kelompok ISIS dan ancaman gangguan keamanaan lainnya ke wilayah Indonesia. (Baca: Indonesia Keja Sama Putus Jalur Logistik Terorisme)

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.